10 Penyebab Pintu Rezeki Tertutup: Apa Sajakah Itu?

Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya bahwa ada beberapa amalan-amalan yang bisa mendatangkan rezeki. Salah satu amalan yang mendatangkan rezeki salah satunya rajin sholat duha, bekerja keras, dan rajin sedekah.

10 Penyebab Pintu Rezeki Tertutup

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa rezeki bisa saja tertutup. Pintu rezeki yang tertutup disebabkan oleh beragam faktor. Lalu apa saja sih kira-kira 10 penyebab pintu rezeki tertutup? Berikut ini kami paparkan 10 penyebab mengapa pintu rezeki tertutup:

1. Syirik Menyebabkan Pintu Rezeki Tertutup

Hal yang menyebabkan pintu rezeki tertutup yaitu ketika kita melakukan kesyirikan. Orang-orang yang melakukan kesyirikan maka akan mendapatkan dosa besar. Bahkan dosa syirik menjadi salah satu dosa yang tidak mendapat ampunan oleh Allah SWT.

Hal-hal yang dianggap syirik salah satunya yaitu mempercayai dan meminta kepada benda-benda mati. Misal berdoa di bawah pohon keramat dengan harapan pohon itu mau mengabulkan doa.

Hal yang dianggap syirik berikutnya yaitu meminta kepada setan atau jin untuk mengabulkan doanya. Percaya kepada jin dan setan sebagai tempat berdoa juga termasuk ke dalam kesyirikan. Jika ingin pintu rezeki terbuka lebar selebar-lebarnya, maka percayalah hanya kepada Allah SWT sebagai tempat untuk meminta petunjuk. Jangan sampai kita mempercayai kekuatan lebih selain Allah SWT sebagai tempat meminta pertolongan. Karena peringatannya jelas dalam Q.S An Nisa ayat 48 bahwa sesungguhnya Allah Tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu.

2. Sering Lalai Dalam Sholat

Hal yang menyebabkan pintu rezeki tertutup berikutnya yaitu sering lalai dalam melakukan sholat. Lalainya kita dalam melakukan sholat bisa menutup pintu rezeki. Hal itu disebabkan karena dengan kita sering tidak sholat, itu artinya kita kurang mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Makannya itu sering lalai dalam sholat sangat berpotensi dapat menutup rezeki.

3. Durhaka Kepada Orang Tua

Penyebab pintu rezeki kita tertutup berikutnya yaitu karena kita durhaka kepada orang tua. Saat orang tua sedang butuh bantuan, kita sering membantahnya. Ketika orang tua sedang sakit, kita tidak ikut merawatnya. Sikap jauh dari orang tua inilah yang membuat rezeki sulit berkembang. Pintu rezeki menjadi tertutup.

Agar pintu rezeki selalu terbuka, pastikan kalian selalu berbakti kepada orang tua. Salah satu bakti anak kepada orang tua yang bisa dilakukan yaitu dengan rajin membantu orang tua. Dengan begitu rezeki akan bakalan lancar.

4. Berzina Dapat Menutup Rezeki

Berikutnya yang dapat menutup pintu rezeki yaitu ketika kita sering berzina. Zina sendiri dilarang dalam Al-Quran surat Al Isra ayat 32 yang berbunyi “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.

5. Makan Harta yang Haram

Penyebab pintu rezeki tertutup berikutnya bisa jadi karena memakan makanan yang haram. Makanan haram disini yaitu makanan yang didapatkan secara tidak baik. Bisa didapatkan dengan mencuri ataupun didapatkan dengan melakukan penipuan.

Haramnya makanan juga bisa disebabkan karena zat-nya. Beberapa makanan yang haram salah satunya yaitu daging babi, anjing, tikus, ular, dan masih banyak yang lainnya lagi.

Agar pintu rezeki terbuka lebar maka makanlah makanan yang halal. Makanan yang memang didapatkan secara baik dan zat dari makanan itu termasuk ke dalam yang baik-baik.

6. Sering Meminum-Minuman Keras

Penyebab pintu rezeki tertutup berikutnya yaitu ketika kita sering meminum-minuman keras. Mabuk sendiri memang diharamkan dalam Islam. Keharaman minuman keras bisa dilihat dari Q.S. Al Baqarah ayat 219 yang berbunyi “ Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. (Al-Baqarah: 219)

7. Memutuskan Silaturahim

Penyebab pintu rezeki tertutup berikutnya yaitu ketika kita sering memutus tali silaturrahim. Memutus tali silaturahim sendiri dibenci oleh Allah. Barang siapa yang memutus tali silaturahmi maka putuslah pintu rezekinya.

Memutus tali silaturahmi artinya kita menjadi pribadi yang individualis. Kita sudah jarang membaur kepada teman-teman. Kita juga sudah jarang membaur kepada keluarga. Jika memutus tali silaturahim ini dibiarkan saja, maka bisa dipastikan pintu rezekimu akan tertutup. Nah agar pintu rezeki terbuka lebar, maka harus selalu menyambung silaturahmi ke sanak saudara, teman, dan keluarga.

8. Sering Melakukan Ghibah

Penyebab pintu rezeki tertutup berikutnya yaitu ketika kita sering melakukan ghibah. Hal-hal buruk yang ada pada teman kita bicarakan. Teman digosipi dan diceritakan keburukannya. Menggibahi saudara bisa membuat pintu rezeki tertutup. Sebab ghibah sendiri dilarang dalam Islam.

9. Kikir Kepada Sesama Manusia

Penyebab pintu rezeki tertutup berikutnya yaitu karena kita berlaku kikir terhadap sesama. Kita tidak mau bersedekah kepada saudara, keluarga, dan anak yatim yang membutuhkan bantuan. Kekikiran ini membuat pintu rezeki menjadi tertutup.

Sebab harta yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT. Kita wajib berbagi kepada manusia yang lain ketika kita mempunyai banyak kelebihan rezeki.

10. Tidak Adil Kepada Teman-Teman

Ketika kita menjadi pemimpin dimanapun itu, kita harus adil. Ketidak adilan yang diperbuat kita bisa membuat pintu rezeki menjadi tertutup. Agar pintu rezeki terbuka kembali maka kita harus berlaku seadil-adilnya, bahkan adil sejak dalam pikiran.

Nah itulah 10 penyebab pintu rezeki tertutup. Karena sekarang kalian sudah tahu beberapa penyebabnya, sekarang tinggal jauhi saja beberapa penyebab yang membuat pintu rezeki tertutup. Bersyukur adalah satu pembuka pintu rezeki yang ampuh dan mampu membentuk mental kaya. Lalu lakukanlah amalan-amalan kebajikan yang membuat pintu rezekimu kembali terbuka seperti sering bersedekah.

Cara Allah Mengatur Pembagian Rezeki Menurut Islam

Pembagian Rezeki Menurut Islam

Pembagian Rezeki Menurut Islam

Manusia adalah hamba Allah yang paling sempurna di muka bumi ini. Saking sempurnanya, setiap dari mereka telah mendapatkan bagian rezeki masing-masing. Pembagian rezeki menurut Islam dilakukan berbagai macam cara dan wasilah.

Ada kalanya seseorang mendapatkan rezeki tanpa harus bekerja keras. Dimana rezeki tersebut datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Ini tidak lain adalah wujud dari kebesaran dan kekuasaan Allah yang Maha Luas dan tidak Terbatas.

Macam-Macam Cara Pembagian Rezeki Menurut Islam

Jalan Allah dalam memberikan rezeki kepada seorang hamba tidaklah tunggal. Masing-masing individu pun memiliki bagian rezekinya sendiri, termasuk anak kecil. Berikut adalah beberapa cara pembagian rezeki menurut Islam yang wajib dipahami:

1. Rezeki yang Diperoleh Lantaran Syukur

Pembagian rezeki oleh Allah kepada hamba-Nya adakalanya dilakukan karena rasa syukur seseorang. Khususnya bagi seseorang yang senantiasa menerima dan mensyukuri berapapun pemberian Allah. Hal ini lantaran Allah sangat menyukai orang-orang yang bersyukur. Inilah salah satu pembagian rezeki menurut Islam, rasa syukur menumbuhkan ketenangan dan ketenteraman dalam hidup. Serta menumbuhkan mental kaya, karena kita selalu merasa cukup dengan apa yang kita miliki.

Dalam sebuah ayat Al-Qur’an QS. Ibrahim: 7 disebutkan bahwa, “Sesungguhnya apabila engkau bersyukur, niscaya akan Kami tambahkan (kenikmatan) kepada engkau”.

2. Rezeki dari Arah Tak Terduga

Kasih sayang Allah kepada hamba-Nya tidak terbatas. Sehingga, meski tidak sedikit umat manusia yang berbuat dosa, mereka tetap dikasihani oleh Allah. Salah satu wujudnya adalah rezeki yang berasal dari arah tak disangka-sangka. Pembagian rezeki dengan jalan ini bahkan dijelaskan dalam Al-Qur’an QS. Al-Thalaq: 2-3.

3. Rezeki Lantaran Banyak Istighfar

Salah satu perintah di dalam Islam adalah memohon ampunan kepada Allah (istighfar). Menyadari bahwa setiap manusia tentu pernah berbuat kesalahan dan dosa, baik dosa kecil ataupun dosa besar. Namun, siapa yang menyangka bahwa kadangkala Allah membagi rezeki kepada hamba-Nya yang banyak istighfar. Istghfar juga salah satu cara melancarkan rezeki yang perlu diketahui.

Dalam Qur’an surah Nuh: 10-11 disebutkan bahwa, “Istighfarlah engkau kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, tentu Dia akan mengirimkan hujan yang lebat kepada engkau dan memperbanyak hartamu”.

4. Rezeki yang Sudah Dijamin

Selain beberapa cara pembagian rezeki dalam Islam di atas, Allah pun juga sudah menetapkan rezeki yang dijamin bagi setiap orang. Oleh karena itu, seorang hamba sebaiknya tidak perlu khawatir tidak kebagian rezeki karena janji Allah itu nyata.

Bahkan Allah menegaskan hal ini dalam Qur’an surah Hud: 6 yang artinya, “Tidak ada satupun makhluk melata yang bergerak di bumi ini namun tidak dijamin rezekinya oleh Allah”.

Ayat ini menandakan bahwa Allah tidak pandang bulu dalam membagi rezeki kepada hamba-Nya. Baik itu hamba yang bertaqwa, kufur nikmat bahkan kepada hewan sekalipun. Ini adalah bukti kasih sayang Allah yang terlampau besar kepada setiap hamba-Nya.

5. Rezeki yang Diperoleh Lantaran Usaha Keras

Meskipun setiap makhluk di bumi telah dijamin rezekinya oleh Allah, bukan berarti mereka tidak diperintahkan untuk bekerja keras. Karena ternyata ada jenis rezeki yang diberikan karena usaha dan kerja keras seseorang. Carilah pekerjaan yang halal karena pekerjaan halal akan menghasilkan rezeki yang halal dan barokah sehingga memberikan ketenangan ketika mnedapatkannya.

Dalam sebuah ayat Al-Qur’an QS. An-Najm: 39 telah dijelaskan bahwa manusia tidak akan memperoleh apapun kecuali apa yang telah dikerjakannya”.

Ayat ini memerintahkan kepada manusia untuk tidak pasif dalam berusaha, khususnya yang berkaitan dengan pekerjaan dan mencari rezeki. Dan Allah telah menjamin bahwa mereka akan memperoleh sesuatu sesuai dengan usaha yang telah dilakukan.

6. Rezeki yang Didapat dengan Jalan Pernikahan

pembagian rezeki menurut Islam selanjutnya adalah dengan menikah. Menikah merupakan salah satu tuntunan dan ajaran Islam. Bahkan, seseorang yang sudah mencukupi usianya untuk menikah disarankan untuk segera menikah. Meskipun mereka terbilang pas-pasan bahkan tidak memiliki harta. Sebagaimana penjelasan Al-Qur’an surah An-Nur: 32:

“Dan nikahkanlah orang-orang di antara kalian yang masih bujang. Serta orang yang layak dari budakmu, baik itu laki-laki ataupun perempuan. Apabila mereka dalam keadaan miskin, niscaya Allah akan memberikan kecukupan dengan karunia yang dimiliki-Nya”.

Dari ayat ini dapat diambil pemahaman bahwa faktor ekonomi yang pas-pasan bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menikah. Karena setelah menikah, Allah akan memberikan jalan dan petunjuk serta menjamin rezekinya. Dengan catatan harus berusaha bekerja dengan sungguh-sungguh.

7. Rezeki Lantaran Anak

Selain pembagian rezeki melalui jalur pernikahan, Allah juga membagi rezekinya dengan jalur anak. Hal ini didasari oleh pemahaman bahwa anak juga merupakan seorang hamba yang dijamin rezekinya. Sehingga, rezeki seseorang juga bisa mengalir lewat anak yang ditanggung.

Dalam Qur’an surah al-Israa’ 31 dijelaskan bahwa, “Janganlah engkau membunuh anak-anakmu lantaran takut miskin. Kamilah yang nantinya akan menanggung rezekinya dan rezekimu”.

Dengan demikian, hidup di dunia ini tidak perlu risau dengan hal finansial dan sebagainya. Karena Allah tidak akan memberikan beban dan tanggung jawab melebihi kemampuan hamba-Nya.

8. Rezeki Lantaran Sedekah

Jenis pembagian rezeki dalam Islam yang selanjutnya adalah rezeki karena rajin bersedekah. Sedekah adalah ajaran yang sangat utama dalam Islam. Seberapapun harta yang didapatkan, Islam senantiasa menganjurkan sedekah. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 245,

“Barangsiapa yang bersedia memberi pinjaman kepada Allah berupa pinjaman yang baik (sedekah dan infaq), niscaya Allah akan melipat gandakan bayaran kepadanya dengan lipatan yang sangat banyak”.

Sedekah seseorang tidak akan mengurangi hartanya. Bahkan, akan diganti dengan sesuatu yang lebih baik. Ini adalah janji Allah yang pasti ditepati.

Ada beragam pembagian rezeki menurut Islam yang wajib dipahami oleh manusia. Sehingga, mereka tidak akan menjadi hamba yang kufur nikmat karena kasih sayang Allah sangat besar kepada setiap umat-Nya. Bahkan, tanpa memintapun seseorang akan diberi rezeki yang baik.

 

Ketahui Macam-macam Rezeki dalam Islam

Macam-macam Rezeki dalam Islam

Macam-macam Rezeki dalam Islam

Rezeki merupakan salah satu pemberian Allah kepada sekalian umat manusia. Manusia membutuhkan rezeki untuk kelangsungan hidup mereka. Pemberian ini dilakukan dengan berbagai jalan dan cara. Ada macam-macam rezeki dalam Islam yang belum banyak diketahui.

Macam-macam Rezeki dalam Islam

Islam memerintahkan manusia untuk mempelajari banyak hal. Termasuk mempelajari bagaimana cara mendapat rezeki yang halal dan berkah serta macam-macam rezeki yang harus dipahami. Banyak ulama’ yang mengarang kitab tentang rezeki. Hal ini tentu memudahkan generasi Muslim selanjutnya dalam belajar.

Macam-Macam Rezeki Berdasarkan Sifatnya

Salah satu jenis rezeki ditentukan berdasarkan sifatnya. Berkaitan dengan hal ini, ada dua jenis rezeki yang diberikan Allah. Pertama adalah rezeki yang bersifat umum dan kedua rezeki yang bersifat khusus. Berikut ulasan detail mengenai keduanya:

1. Rezeki yang Bersifat Umum

Rezeki umum adalah semua hal yang memiliki manfaat untuk badan. Jenis rezeki inilah yang dibagikan Allah kepada semua makhluk ciptaan-Nya tanpa pandang bulu. Baik itu golongan umat Muslim ataupun orang kafir akan mendapat bagian.

Contoh dari rezeki yang bersifat umum ini adalah rumah, harta, kesehatan, kendaraan dan masih banyak lagi yang lainnya. Baik itu berasal dari sesuatu yang halal ataupun haram. Hal penting yang harus digarisbawahi terkait rezeki umum ini adalah sedikit banyaknya rezeki yang diberikan, sama sekali tidak menunjukkan kehinaan serta kemuliaan seseorang di hadapan Allah.

Dalam QS. Al-Fajr: 15-16 disebutkan bahwa sebagian manusia mengira Allah sedang memuliakan mereka saat mendapat kesenangan dan kemuliaan. Sebaliknya, mereka akan mengira Allah sedang menghinakan saat mengujinya dengan kesempitan rezeki.

Anggapan semacam itu tidaklah benar. Allah sesungguhnya membagi harta kepada semua, baik yang dicintai-Nya ataupun tidak. Sedikit banyaknya rezeki di dunia tidak mempengaruhi standar kemuliaan dan ketaqwaan hamba. Melainkan ujian semata untuk melihat seberapa bersabar dan bersyukur seorang hamba.

2. Rezeki yang Bersifat Khusus

Selain rezeki yang mengarah kepada materi, Allah juga memberikan rezeki khusus kepada hamba-Nya. Rezeki khusus merupakan semua hal yang menjadikan agama seseorang semakin tegak.

Rezeki yang bersifat khusus ini dikenal sebagai jenis rezeki yang hakiki dan akan membawa pemiliknya kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bentuk rezeki khusus ini misalnya adalah amalan shalih, ilmu yang bermanfaat dan rezeki halal yang membawa seseorang kepada ketaqwaan kepada-Nya. Dengan kata lain, rezeki yang bersifat khusus hanya diberikan kepada orang beriman.

Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Thalaq: 11 yang intinya orang yang beriman dan beramal sholeh akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah dan mendapatkan rezeki yang baik dari-Nya.

Macam-Macam Rezeki Berdasarkan Kuantitasnya

Selain berdasarkan kepada sifatnya, rezeki juga dapat dibagi lagi berdasarkan kuantitasnya. Yakni terdiri dari rezeki yang banyak dan rezeki yang luas. Berikut adalah penjelasan dari tiap-tiap jenisnya:

3. Rezeki yang Luas

Jenis rezeki berdasarkan kuantitasnya, pertama adalah rezeki yang luas. Ini adalah rezeki yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya sesuai dengan keadaan masing-masing. Rezeki ini meliputi semua yang ada di bumi, termasuk manusia, jin, tumbuhan dan semua binatang.

Dalam Al-Qur’an QS. Huud: 6 disebutkan bahwa, “Tidak ada satupun jenis binatang melata yang ada di bumi, kecuali Allah telah memberikan rezeki kepada mereka”.

4. Rezeki yang Banyak

Rezeki ini diberikan oleh Allah kepada makhluk-Nya dalam jumlah sangat banyak. Tidak hanya berupa jatah rezeki, namun juga nikmat yang amat banyak. Mulai dari nikmat keluarga, kesempurnaan anggota tubuh, kesehatan, tempat tinggal, harta dan berbagai nikmat lain yang tak terhitung jumlahnya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah QS. Ibrahim: 34 yang intinya, Allah telah mencukupi semua keperluan hambanya serta semua yang diminta oleh mereka. Nikmat Allah tidak akan dapat dihitung jumlahnya.

Macam-Macam Rezeki Berdasarkan Statusnya

Berdasarkan statusnya, rezeki dalam Islam terbagi menjadi tiga macam. Yakni rezeki yang telah dijamin, rezeki yang digantungkan dan rezeki yang dijanjikan. Berikut penjelasan lengkapnya:

5. Rezeki yang Telah Dijamin

Salah satu contoh rezeki yang dijamin adalah penguat untuk tubuh. Dimana Allah selalu memberikan jalan kepada seorang hamba untuk mendapatkan kekuatan tubuh. Bahkan, untuk bayi sekalipun mereka mendapatkan ASI agar dapat tumbuh dan berkembang.

Dengan bekal umur, kekuatan, ilmu dan pengalaman, setiap orang memiliki kemampuan untuk menjemput jatah rezeki yang telah dijamin Allah. Bahkan, rezeki tersebut dihadirkan dalam wujud paling lengkap. Adapun contoh rezeki yang pasti bagi setiap makhluk adalah makanan.

6. Rezeki yang Digantungkan

Jenis rezeki berdasarkan status berikutnya adalah rezeki yang digantungkan. Allah telah menetapkan bahwa seorang hamba diberi rezeki sekian. Namun, untuk mendapatkannya ia harus berusaha terlebih dahulu. Apabila ia malas, rezeki tersebut tidak akan diberikan.

Selain bersungguh-sungguh, untuk mendapatkan rezeki yang digantungkan seseorang juga harus jujur. Yang dimaksud dengan jujur di sini adalah tidak korupsi, tidak menjadi maling atau berbuat haram.

7. Rezeki yang Dijanjikan

Berikutnya adalah jenis rezeki yang dijanjikan. Rezeki ini akan didapatkan oleh seseorang apabila ia memanfaatkan rezekinya untuk kebaikan. Misalnya dengan memperbanyak sedekah, membantu orang lain yang membutuhkan dan lain sebagainya.

Perbuatan baik tersebut akan diberikan balasan Allah dengan jumlah yang berlipat dan ini merupakan bagian dari janji Allah. Dalam sebuah ayat disebutkan bahwa Allah menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur.

Namun, apapun yang diberikan kepada orang lain harus didasari dengan penuh ketaqwaan dan hati yang ikhlas karena Allah.

macam-macam rezeki dalam Islam menunjukkan betapa luasnya pemberian Allah. Oleh karena itu, tidak ada alasan apapun bagi seorang hamba untuk tidak bersyukur. Karena dengan bersyukur akan memberikan ketenangan dan menumbuhkan mental kaya dalam diri kita.

Pengertian Rezeki yang Barokah

Rezeki yang Barokah

Rezeki yang Barokah

Kata rezeki bukanlah hal asing di tengah kehidupan umat Muslim. Namun, masih banyak orang yang gagal memahami apa hakikat rezeki itu sendiri. Sebagian dari mereka menganggap bahwa rezeki selalu dalam bentuk uang atau materi. Padahal, ada pengertian rezeki yang barokah dalam pandangan lebih luas.

Para ulama’ memiliki pendapat yang cukup beragam mengenai pengertian rezeki. Namun, mereka bersepakat bahwa rezeki yang diberikan Allah tidak hanya berupa materi. Berikut penjelasan mengenai apa itu rezeki barokah dalam pandangan Islam.

Pengertian Rezeki yang Barokah

Hal utama yang harus dipelajari dalam memahami apa itu rezeki barokah adalah definisi masing-masing katanya. Kata rezeki memiliki arti sesuatu yang bermanfaat, penghidupan serta berbagai hal yang memiliki faedah untuk makhluk hidup. Rezeki juga termasuk bagian karunia dan anugerah dari Allah SWT.

Bahkan, dalam QS. Al-Rum: 40 disebutkan bahwa Allah yang telah menciptakan sekalian manusia, memberikan rezeki kepada mereka, bahkan mematikan serta menghidupkan manusia kembali. Ini merupakan bukti bahwa Allah Maha Suci dan Maha Tinggi.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa rezeki yang diberikan Allah kepada hamba-Nya tidak hanya berupa materi. Namun, semua hal yang memiliki manfaat dan kebaikan.

Sementara kata berkah sendiri berasal dari Bahasa Arab “al-barokah” yang artinya adalah nikmat. Kata al-barokah sendiri memiliki istilah lain yang dikenal dengan tabaaruk serta mubaarak. Adapun menurut KBBI, berkah adalah segala karunia dari Allah yang mampu mendatangkan kebaikan kepada manusia.

Pengertian berkah menurut Imam Al-Ghazali adalah ziyaadah al-khair yang artinya bertambah kebaikan. Sebagian ulama’ memiliki pandangan bahwa berkah memiliki arti sesuatu yang melimpah dan banyak, baik berupa spiritual maupun material. Misalnya saja ketenangan, harta, anak, kesehatan dan lain sebagainya.

Dari kedua pengertian di atas, dapat dipahami bahwa rezeki barokah adalah rezeki yang berasal dari Allah, baik berupa material ataupun non-material yang dapat membawa pemiliknya serta orang lain kepada kebaikan. Sudah sepantasnya kita seorng muslim harus mencari rezeki yang halal dan barokah agar mendapatkan ketenteraman dalam hidup.

Ciri-Ciri Rezeki yang Barokah

Tidak semua rezeki yang banyak itu barokah. Sebaliknya, rezeki yang sedikit juga bisa mengantarkan pemiliknya kepada keberkahan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri dari rezeki barokah yang dapat dijadikan bahan pembelajaran.

1. Senantiasa Merasa Cukup dan Bersyukur

Salah satu karakteristik rezeki yang barokah adalah selalu merasa cukup, sekalipun rezeki yang diterima terbilang pas-pasan. Sebaliknya, seseorang yang rezekinya tidak berkah cenderung merasa kurang dan tamak. Meskipun rezeki yang didapatkan melebihi yang lain.

Selain merasa cukup, orang yang mendapat rezeki barokah akan senantiasa bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah. Bahkan, di dalam Al-Qur’an diperintahkan untuk senantiasa bersyukur, karena bersyukur akan menjadikan rezeki yang barokah dan membentuk mental kaya dalam diri kita.

“Hai orang yang beriman, makanlah kalian dari rezeki baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah hanya kepada Allah”

2. Jiwa Senantiasa Tenang dan Semakin Dekat dengan-Nya

Selain menuntun seorang hamba untuk selalu bersyukur, rezeki yang barokah juga membawa ketenangan kepada pemiliknya. Sebaliknya, rasa khawatir akan dominan ketika seseorang mendapatkan rezeki yang tidak berkah.

Dalam QS. Al-Maidah: 100 dijelaskan mengenai perbedaan antara rezeki yang haram dan halal (yang buruk dan baik). Meskipun sesuatu yang buruk tersebut lebih menarik hati. Oleh karena itu, seorang hamba diperintahkan untuk lebih bertaqwa agar memperoleh keberuntungan dalam hidup.

Jiwa yang tenang lantaran rezeki yang halal dan berkah tersebut akan membawa seseorang untuk lebih dekat dengan-Nya.

3. Memberikan Manfaat kepada Orang Lain

Rezeki yang barokah biasanya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri atau keluarga. Namun, dapat memberi manfaat dan efek positif kepada banyak orang. Hal ini disebabkan karena sebagian harta seorang muslim itu adalah hak bagi orang lain.

Misalnya seseorang menafkahkan hartanya untuk panti asuhan, menyumbangkan sebagian penghasilan kepada fakir miskin dan masih banyak lagi contoh manfaat rezeki barokah kepada orang lain.

4. Dikaruniai Keluarga yang Harmonis

Karakteristik lain dari rezeki yang barokah adalah memiliki keluarga yang harmonis. Penting untuk disadari bahwa materi tidak selalu mendatangkan kebahagiaan dalam rumah tangga. Tidak sedikit keluarga kaya raya yang rumah tangganya berantakan lantaran tidak harmonis.

Seseorang yang rezekinya berkah dan mendapat ridho Allah, biasanya memiliki keluarga yang bahagia. Misalnya mendapat karunia anak yang sholeh, istri yang menyejukkan hati dan kedamaian yang selalu hadir dalam bahtera rumah tangga.

5. Menjalankan Zakat Ikhlas Karena Allah

Pengertian Rezeki yang Barokah

Selain beberapa tanda yang dijelaskan di atas, seseorang dengan rezeki berkah akan senantiasa membayar zakat. Tidak hanya pada saat Zakat Fitrah di bulan Ramadhan, namun juga melaksanakan Zakat Maal apabila sudah sampai nisabnya.

Namun, perlu dicatat bahwa zakat yang dilakukan tersebut murni ikhlas karena Allah dan bukan untuk ajang pamer. Harta yang dizakatkan juga harus halal agar semakin membawa keberkahan dalam kehidupan.

6. Semakin Hari Semakin Bertambah

Ada kalanya rezeki yang berkah semakin ditambah karena senantiasa digunakan untuk kebaikan dan kepentingan umat. Fenomena semacam ini sudah sangat sering terjadi di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan karena Allah memberikan balasan lebih untuk hamba-Nya yang mau berbagi kebaikan.

Misalnya dengan memanfaatkan sebagian harta untuk kebaikan, bisnis seseorang semakin pesat bahkan mendapatkan banyak investor. Hal ini tidak lain karena kuasa Allah yang bisa melakukan apa saja untuk keberkahan hidup umat-Nya.

Pengertian rezeki yang barokah sangatlah luas. Ketika seseorang dikaruniai hidup yang bahagia, kesehatan, kebaikan dan keselamatan, semua itu sesungguhnya adalah bagian dari keberkahan rezeki. Ia akan membawa dampak baik kepada seseorang bahkan dari arah yang tak disangka-sangka.