Cara Allah Mengatur Pembagian Rezeki Menurut Islam

Pembagian Rezeki Menurut Islam

Manusia adalah hamba Allah yang paling sempurna di muka bumi ini. Saking sempurnanya, setiap dari mereka telah mendapatkan bagian rezeki masing-masing. Pembagian rezeki menurut Islam dilakukan berbagai macam cara dan wasilah.

Ada kalanya seseorang mendapatkan rezeki tanpa harus bekerja keras. Dimana rezeki tersebut datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Ini tidak lain adalah wujud dari kebesaran dan kekuasaan Allah yang Maha Luas dan tidak Terbatas.

Macam-Macam Cara Pembagian Rezeki Menurut Islam

Jalan Allah dalam memberikan rezeki kepada seorang hamba tidaklah tunggal. Masing-masing individu pun memiliki bagian rezekinya sendiri, termasuk anak kecil. Berikut adalah beberapa cara pembagian rezeki menurut Islam yang wajib dipahami:

1. Rezeki yang Diperoleh Lantaran Syukur

Pembagian rezeki oleh Allah kepada hamba-Nya adakalanya dilakukan karena rasa syukur seseorang. Khususnya bagi seseorang yang senantiasa menerima dan mensyukuri berapapun pemberian Allah. Hal ini lantaran Allah sangat menyukai orang-orang yang bersyukur. Inilah salah satu pembagian rezeki menurut Islam, rasa syukur menumbuhkan ketenangan dan ketenteraman dalam hidup. Serta menumbuhkan mental kaya, karena kita selalu merasa cukup dengan apa yang kita miliki.

Dalam sebuah ayat Al-Qur’an QS. Ibrahim: 7 disebutkan bahwa, “Sesungguhnya apabila engkau bersyukur, niscaya akan Kami tambahkan (kenikmatan) kepada engkau”.

2. Rezeki dari Arah Tak Terduga

Kasih sayang Allah kepada hamba-Nya tidak terbatas. Sehingga, meski tidak sedikit umat manusia yang berbuat dosa, mereka tetap dikasihani oleh Allah. Salah satu wujudnya adalah rezeki yang berasal dari arah tak disangka-sangka. Pembagian rezeki dengan jalan ini bahkan dijelaskan dalam Al-Qur’an QS. Al-Thalaq: 2-3.

3. Rezeki Lantaran Banyak Istighfar

Salah satu perintah di dalam Islam adalah memohon ampunan kepada Allah (istighfar). Menyadari bahwa setiap manusia tentu pernah berbuat kesalahan dan dosa, baik dosa kecil ataupun dosa besar. Namun, siapa yang menyangka bahwa kadangkala Allah membagi rezeki kepada hamba-Nya yang banyak istighfar. Istghfar juga salah satu cara melancarkan rezeki yang perlu diketahui.

Dalam Qur’an surah Nuh: 10-11 disebutkan bahwa, “Istighfarlah engkau kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, tentu Dia akan mengirimkan hujan yang lebat kepada engkau dan memperbanyak hartamu”.

4. Rezeki yang Sudah Dijamin

Selain beberapa cara pembagian rezeki dalam Islam di atas, Allah pun juga sudah menetapkan rezeki yang dijamin bagi setiap orang. Oleh karena itu, seorang hamba sebaiknya tidak perlu khawatir tidak kebagian rezeki karena janji Allah itu nyata.

Bahkan Allah menegaskan hal ini dalam Qur’an surah Hud: 6 yang artinya, “Tidak ada satupun makhluk melata yang bergerak di bumi ini namun tidak dijamin rezekinya oleh Allah”.

Ayat ini menandakan bahwa Allah tidak pandang bulu dalam membagi rezeki kepada hamba-Nya. Baik itu hamba yang bertaqwa, kufur nikmat bahkan kepada hewan sekalipun. Ini adalah bukti kasih sayang Allah yang terlampau besar kepada setiap hamba-Nya.

5. Rezeki yang Diperoleh Lantaran Usaha Keras

Meskipun setiap makhluk di bumi telah dijamin rezekinya oleh Allah, bukan berarti mereka tidak diperintahkan untuk bekerja keras. Karena ternyata ada jenis rezeki yang diberikan karena usaha dan kerja keras seseorang. Carilah pekerjaan yang halal karena pekerjaan halal akan menghasilkan rezeki yang halal dan barokah sehingga memberikan ketenangan ketika mnedapatkannya.

Dalam sebuah ayat Al-Qur’an QS. An-Najm: 39 telah dijelaskan bahwa manusia tidak akan memperoleh apapun kecuali apa yang telah dikerjakannya”.

Ayat ini memerintahkan kepada manusia untuk tidak pasif dalam berusaha, khususnya yang berkaitan dengan pekerjaan dan mencari rezeki. Dan Allah telah menjamin bahwa mereka akan memperoleh sesuatu sesuai dengan usaha yang telah dilakukan.

6. Rezeki yang Didapat dengan Jalan Pernikahan

pembagian rezeki menurut Islam selanjutnya adalah dengan menikah. Menikah merupakan salah satu tuntunan dan ajaran Islam. Bahkan, seseorang yang sudah mencukupi usianya untuk menikah disarankan untuk segera menikah. Meskipun mereka terbilang pas-pasan bahkan tidak memiliki harta. Sebagaimana penjelasan Al-Qur’an surah An-Nur: 32:

“Dan nikahkanlah orang-orang di antara kalian yang masih bujang. Serta orang yang layak dari budakmu, baik itu laki-laki ataupun perempuan. Apabila mereka dalam keadaan miskin, niscaya Allah akan memberikan kecukupan dengan karunia yang dimiliki-Nya”.

Dari ayat ini dapat diambil pemahaman bahwa faktor ekonomi yang pas-pasan bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menikah. Karena setelah menikah, Allah akan memberikan jalan dan petunjuk serta menjamin rezekinya. Dengan catatan harus berusaha bekerja dengan sungguh-sungguh.

7. Rezeki Lantaran Anak

Selain pembagian rezeki melalui jalur pernikahan, Allah juga membagi rezekinya dengan jalur anak. Hal ini didasari oleh pemahaman bahwa anak juga merupakan seorang hamba yang dijamin rezekinya. Sehingga, rezeki seseorang juga bisa mengalir lewat anak yang ditanggung.

Dalam Qur’an surah al-Israa’ 31 dijelaskan bahwa, “Janganlah engkau membunuh anak-anakmu lantaran takut miskin. Kamilah yang nantinya akan menanggung rezekinya dan rezekimu”.

Dengan demikian, hidup di dunia ini tidak perlu risau dengan hal finansial dan sebagainya. Karena Allah tidak akan memberikan beban dan tanggung jawab melebihi kemampuan hamba-Nya.

8. Rezeki Lantaran Sedekah

Jenis pembagian rezeki dalam Islam yang selanjutnya adalah rezeki karena rajin bersedekah. Sedekah adalah ajaran yang sangat utama dalam Islam. Seberapapun harta yang didapatkan, Islam senantiasa menganjurkan sedekah. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 245,

“Barangsiapa yang bersedia memberi pinjaman kepada Allah berupa pinjaman yang baik (sedekah dan infaq), niscaya Allah akan melipat gandakan bayaran kepadanya dengan lipatan yang sangat banyak”.

Sedekah seseorang tidak akan mengurangi hartanya. Bahkan, akan diganti dengan sesuatu yang lebih baik. Ini adalah janji Allah yang pasti ditepati.

Ada beragam pembagian rezeki menurut Islam yang wajib dipahami oleh manusia. Sehingga, mereka tidak akan menjadi hamba yang kufur nikmat karena kasih sayang Allah sangat besar kepada setiap umat-Nya. Bahkan, tanpa memintapun seseorang akan diberi rezeki yang baik.

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *