Ciri-Ciri Kalau Dia Adalah Jodoh Orang Lain

Ciri Kalau Dia Adalah Jodoh Orang Lain

Ciri Kalau Dia Adalah Jodoh Orang Lain

Jodoh atau pasangan hidup adalah orang yang akan menemani hari-hari ukhti dan akhi nantinya. Ukhti dan akhi akan menghabiskan masa-masa baik itu senang maupun sedih bersama mereka yang akan menjadi jodoh ukhti dan akhi.

Ciri Kalau Dia Adalah Jodoh Orang Lain

Menemukan jodoh memang tidak mudah. Terkadang orang yang sudah benar-benar ukhti dan akhi cintai justru bukanlah jodoh ukhti dan akhi.

Mereka justru menikah dengan orang lain. Apakah ukhti dan akhi pernah mengalami hal ini? Rasanya pasti menyakitkan bagi ukhti dan akhi yang pernah mengalaminya. Oleh karena itu simaklah informasi mengenai ciri dia adalah jodoh orang lain berikut ini.

1. Ukhti dan Akhi Merasa Tidak Nyaman Saat Bersama

Ciri kalau dia adalah jodoh orang lain yang pertama adalah perasaan nyaman. Jika dia jodoh orang lain dan bukan jodoh ukhti dan akhi, maka ukhti dan akhi akan merasa bosan sedikit dan tidak nyaman saat bersama dirinya. Saat bersama akan memberikan tidak akan ada ketenangan, perasaan gembira dan tidak bisa menjadi obat bagi ukhti dan akhi yang sedang berduka. Sebaliknya jika sedang berjauhan ukhti dan akhi akan bebas dan tidak ada perasaan tertekan serta rindu ingin bertemu sedikitpun.

2. Perasaan Ingin Mencari yang Lain

Adanya perasaan tidak yakin yang muncul dan keinginan ukhti dan akhi untuk tetap mencari yang lain. Ukhti dan akhi tidak akan terlalu terganggu walaupun tanpa kehadiran orang tersebut. Jika ukhti dan akhi merasakan hal tersebut artinya dia memang jodoh orang lain yang mampir dalam hidup ukhti dan akhi.

3. Iman dan Kebaikan yang Jauh Berbeda Dengan Ukhti dan Akhi

Apabila dia memiliki iman serta kebaikan yang jauh berbeda dengan ukhti dan akhi, bisa menjadi pertanda jika dia adalah jodoh orang lain dan bukan jodoh ukhti dan akhi. Seperti yang sudah tertulis pada sebuah ayat Al-Quran jika wanita-wanita baik untuk laki-laki baik dan begitu pun sebaliknya. Hal ini bisa diartikan bahwa apabila keimanan dan kebaikan jauh berbeda bisa dijadikan salah satu patokan untuk mengetahui bahwa dia benar-benar bukan jodoh ukhti dan akhi. Apalagi kalau calon akhi dam ukhti sampai mengajak bermaksiat. Tentu itu bukan hal yang baik. Kamu bisa mempraktekan tips menghindari maksiat, agar akhi dan ukhti selalu dalam jalan kebaikan.

4. Tidak Bisa Memahami Ukhti dan Akhi

Ukhti dan akhi bisa memperhatikan apakah dia bisa memahami ukhti dan akhi atau tidak. Jika tidak bisa memahami ukhti dan akhi bisa jadi dia benar-benar jodoh orang lain.

5. Tidak Bisa Diajak Bekerja Sama

Kerjasama sangat dibutuhkan ukhti dan akhi dengan pasangan yang akan dijadikan pendamping hidup. Apalagi saat ukhti dan akhi sudah menikah. Karena di dalam kehidupan pernikahan pastinya akan banyak ujian dan cobaan yang hadir.

Apabila dia tidak bisa diajak kerja sama dengan ukhti dan akhi berarti dia tidak cocok dengan ukhti dan akhi. Ini juga bisa dijadikan ciri kalau dia adalah jodoh orang lain dan sebaiknya ukhti dan akhi tidak mengharapkannya menjadi pasangan ukhti dan akhi.

6. Tidak Bisa Memaafkan Satu Sama Lainnya

Ciri-Ciri Kalau Dia Jodoh Orang Lain

Jika dia benar-benar jodoh orang lain dan bukan jodoh untuk ukhti dan akhi, maka dia biasanya tidak akan bisa memaafkan kesalahan yang ukhti dan akhi perbuat begitu pula sebaliknya. Walaupun sulit untuk memaafkan, tetapi dia akan selalu memiliki alasan untuk bisa memaafkan sebab perasaan yang dia rasakan sangatlah tulus. Namun, ukhti dan akhi juga harus sadar bahwa manusia tentunya memiliki batas kesabaran masing-masing yang berbeda setiap individu.

7. Memberi Motivasi Negatif

Selalu memberi motivasi negatif kepada ukhti dan akhi bisa dijadikan cara untuk melihat apakah dia merupakan jodoh orang lain dan bukan jodoh ukhti dan akhi. Jika dia jodoh ukhti dan akhi, hadirnya orang tersebut dalam kehidupan ukhti dan akhi akan terasa seperti malaikat yang menyelamatkan ukhti dan akhi.

Dia akan selalu memiliki cara tersendiri untuk memberikan motivasi karena dia menginginkan segala yang baik untuk ukhti maupun akhi. Motivasi positif mampu menumbuhkan mental kaya yang menjadikan akhi dan ukhti selalu merasa bersyukur. Tapi sebaliknya jika dia selalu memberi motivasi negatif segeralah jauhi dia karena bisa dipastikan kehadirannya tidak akan baik untuk kehidupan anda.

8. Adanya Keraguan Dalam Hati

Gunakanlah hati ukhti dan akhi untuk menilai apakah dia jodoh yang dikirim Allah SWT untuk orang lain atau ukhti dan akhi.

Jika ukhti dan akhi merasakan keraguan dalam hati pada orang tersebut, maka ini bisa menjadi ciri kalau dia adalah jodoh orang lain. Yang perlu ukhti dan akhi pahami adalah kemantapan hati ini didasari dengan memohon petunjuk dari Allah.

9. Membuat Ukhti dan Akhi Merasa Gelisah

Jika dia membuat ukhti dan akhi merasa gelisah dan tidak tenang saat sedang bersama maka bisa jadi dia adalah jodoh milik orang lain.

10. Tidak Bisa Saling Memaklumi

Apabila dia adalah jodoh orang lain, maka dia tidak akan bisa memaklumi baik dalam segi fisik, perasaan serta keadaan. Bisa saling memaklumi sangat penting dalam sebuah hubungan.

Apakah ukhti dan akhi tahu tentang jodoh bermula dari perasaan yang timbul dalam hati, sehingga ukhti dan akhi bisa benar-benar melihat siapa yang bisa memaklumi keadaan ukhti dan akhi.

Itu semua adalah ciri-ciri dia adalah jodoh orang lain yang bisa ukhti dan akhi jadikan salah satu patokan. Namun, untuk lebih pastinya lagi lakukanlah sholat istikharah.

Dengan melakukan sholat istikharah, maka insyaallah ukhti dan akhi akan diberikan petunjuk dan jawaban oleh Allah SWT apakah dia jodoh orang lain atau jodoh ukhti dan akhi. Semoga informasi tentang Ciri kalau dia adalah jodoh orang lain bisa membantu ukhti dan akhi.

 

Ciri-Ciri Wanita yang Dilaknat Oleh Allah SWT

Ciri Wanita yang Dilaknat Oleh Allah

Ciri Wanita yang Dilaknat Oleh Allah

Ukhti pasti pernah mendengar bahwa penghuni neraka yang paling banyak adalah perempuan atau wanita, kenapa demikian? Jumlah dari wanita memanglah lebih banyak dari pada laki-laki. Tetapi bukan karena itulah alasan mengapa penghuni neraka lebih banyak wanita. Tetapi hal ini dikarenakan karena wanita lebih mudah berbuat dosa karena beragam jenis nafsu. Ukhti, tentunya sebagai wanita kita harus lebih menjaga diri agar tidak termasuk dalam wanita yang dilaknat oleh Allah SWT sehingga menjadi penghuni neraka.

Ciri Wanita yang Dilaknat Oleh Allah

Tentunya ukhti tidak ingin bukan dilaknat oleh Allah SWT dan menjadi salah satu dari penghuni neraka. Oleh karena itu mari simak informasi mengenai ciri-ciri wanita yang dilaknat oleh Allah SWT agar bisa dijadikan pembelajaran.

1. Menghina sahabat nabi

Apakah ada wanita yang menghina sahabat Nabi? Jawabannya adalah ada. Siapa mereka? Pertama, mereka adalah orang-orang kafir yang memusuhi Islam. Mereka berani menghina sahabat dari nabi bahkan nabi Muhammad SAW pun mereka hina. Pamela Geller merupakan seorang aktivis anti-Islam yang pernah menggelar kontes menggambar Nabi Muhammad dan menghina sahabat-sahabat nabi.

Orang-orang Syiah juga gencar menghina sahabat Nabi. Hal yang paling mencengangkan lagi adalah banyaknya pengikut dari kalangan wanita. Wanita Syiah mencela dan mencaci sahabat Nabi terutama Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhum. Padahal ganjaran dari menghina sahabat nabi adalah laknat dari Allah SWT.

2. Mengutamakan kesenangan dunia

Banyak wanita yang hanya tertarik mengejar kesenangan dunia seperti uang, harta dan jabatan sehingga lupa akan kehidupan akhirat. Hal itu nantinya akan membuat kita mendapat balasan berupa hidup hina di neraka dan laknat dari Allah SWT. Jadi ukhti semoga kita dihindarkan dari perbuatan tersebut. Jadilah wanita yang selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki karena itu akan membentuk mental kaya dan menjadikan diri lebih mencintai akhirat.

3. Menyerupai laki-laki

Terkadang banyak wanita yang tidak sadar sudah menyerupai laki-laki. Yang paling mudah ditemui adalah gaya pakaiannya. Seperti apa? Misalnya menggunakan celana, bahkan celana pendek. Sudah menyerupai laki-laki, mengumbar aurat pula. Apalagi yang jenis hot pants. Selain pakaian, menyerupai laki-laki juga bisa berbentuk gaya rambut. Rambut dipotong pendek tak ubahnya laki-laki. Dan ditambah dengan tidak menutup auratnya. sejatinya wanita harus menutup aurat menggunakan jilbab yang sesuai ajaran agama Islam agar selalu mulia di mata Allah SWT.

4. Menampakan perhiasannya

Sebenarnya, seorang wanita diperbolehkan untuk memakai perhiasan. Dengan catatan hanya di hadapan muhrimnya saja dan tidak diperbolehkan menunjukkan atau memamerkan secara berlebihan. Terlebih dengan tujuan untuk riya atau untuk menarik perhatian.

5. Mentato dirinya

Perbuatan memasukkan pigmen ke dalam kulit disebut mentato. Dulu mungkin sangat sulit mendapati wanita memakai tato. Namun saat ini justru wanita banyak yang mentato anggota tubuhnya agar terlihat keren dan mengikuti perkembangan zaman. Mulai yang diletakkan di tangan, kaki, punggung, paha, hingga daerah daerah yang lebih ‘privasi’ lagi.

Tato oleh kaum sekuler dan liberal dipandang sebagai ekspresi kebebasan. Ia juga dipandang sebagai lambang keberanian dan untuk mempercantik diri. Apakah ukhti sadar bahwa perbuatan itu di sisi Allah adalah perbuatan yang mendatangkan laknat ? Jangan sekali-kali meminta ditato atau pun mentato orang lain karena keduanya sama-sama menimbulkan laknat dari Allah SWT.

6. Mengubah ciptaan Allah

Melakukan operasi plastik agar menjadi semakin cantik dan mengganti kelamin termasuk ke dalam tindakan mengubah ciptaan Allah. Ukhti harus tahu bahwa Allah SWT melaknat wanita yang mengubah ciptaan-Nya.

7. Menghilangkan bulu di wajah

Menghilangkan bulu di wajah adalah salah satu perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT. Namun, demi alasan kecantikan, tidak sedikit wanita yang mau melakukan apa saja baik yang berisiko besar maupun kecil. Baik yang halal maupun yang haram. Perbuatan menghilangkan bulu di bagian wajah sangat dilarang oleh Allah SWT. Entah dengan cara operasi plastik atau menggunakan laser atau ‘membakarnya’ dengan lilin dan semacamnya. Jangan lakukan hal demikian karena itu adalah salah satu ciri wanita yang dilaknat oleh Allah.

8. Menyambung rambut

 

Wanita yang Dilaknat Oleh Allah SWT

Perbuatan menyambung rambut baik yang warna dan bentuknya persis seperti rambutnya yang asli hingga tampak panjang. Maupun yang memakai wig dan sejenisnya itu dilarang.

Di zaman dulu hingga sekarang, menyambung rambut dengan rambut asli milik orang lain masih dikerjakan sebagian wanita. Lagi-lagi, alasan mereka agar terlihat cantik dan agar terlihat anggun. Tentu saja dengan alasan itu mereka juga tidak berjilbab karena jika berjilbab panjang pendeknya rambut menjadi tidak terlihat.

Jika berjilbab, hitam dan tidaknya rambut tidak terlihat. Jika berjilbab, berkilaunya rambut tidak bisa dipamerkan. Dari pertimbangan-pertimbangan itu saja sebenarnya tampak bahwa orientasi mereka bukanlah agar suaminya semakin cinta tetapi agar ia cantik di hadapan orang lain baik itu teman maupun lawan jenisnya.

9. Melakukan Transaksi Riba

Ciri wanita yang dilaknat oleh Allah selanjutnya adalah riba. Riba adalah hal yang sangat berbahaya. Meskipun sepintas mendatangkan keuntungan, sesungguhnya ia adalah penghancur perekonomian. Orang yang dikenai riba haruslah membayar bunga yang berlipat ganda yang tentu saja sangat memberatkan. Sedangkan bagi pemberi riba dan orang yang memakan keuntungan riba, sepintas ia untung besar.

Allah mengharamkan riba dalam kitab suciNya. Namun, banyak orang yang terlibat dalam riba tidak terkecuali wanita. Semua orang yang terlibat dalam kegiatan riba, mereka semua dilaknat oleh Allah SWT.

10. Merenggangkan giginya

Apakah ukhti tahu bahwa merenggangkan gigi termasuk perbuatan yang akan mendatangkan laknat Allah SWT ? merenggangkan gigi termasuk ke dalam hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT sehingga bisa membuat ukhti dilaknat oleh Allah SWT.

Ukhti, itulah ciri-ciri wanita yang dilaknat oleh Allah SWT. Ukhti pasti ingin terhindar dari laknat Allah bukan? Jadi hindarilah perbuatan-perbuatan di atas.

7 Tips Manajemen Keuangan Menurut Islam

Manajemen Keuangan Menurut Islam

Manajemen Keuangan Menurut Islam

Sebagai umat Muslim, segala bentuk kegiatan dalam kehidupan harus dijalankan sesuai syariat Islam, tidak terkecuali dalam mengatur keuangan. Dalam agama ini, sudah ditetapkan berbagai macam ketentuan dan juga cara mengaturnya.

Adapun tujuan penetapan tersebut ialah supaya umat Islam tidak salah melakukan perhitungan finansial mereka. Sehingga, tidak menimbulkan kerugian dan hidup pun lebih sejahtera. Lalu, bagaimana cara manajemen keuangan menurut Islam?

Konsep Uang Menurut Islam

Hukum Syariah mempunyai banyak aturan yang berpengaruh bagi kehidupan seorang Muslim, sama halnya dengan mengatur keuangan. Seseorang cenderung selalu melakukan segala hal dengan cara halal dan menjauhi semua larangan sesuai aturan terkandung dalam Al-Qur’an maupun hadist.

Menurut hukum Islam, bisa dikatakan bahwa uang tidak mempunyai nilai intrinsik. Akan tetapi, hanya berbentuk nilai saja tanpa memiliki harga. Bisa dikatakan bahwa alat ini sebagai unit pengukuran atau pertukaran yang bukan termasuk aset.

Dengan kata lain, uang mesti dikonversikan menjadi sebuah komoditas agar lebih berguna. Menurut keuangan Islam, benda ini tidak dapat dijadikan alat untuk melipat gandakan. Namun, harus ada produk atau aset yang bisa menghasilkan keuntungan.

Manajemen Keuangan Menurut Islam

Berikut beberapa ulasan mengenai cara memanajemen keuangan dalam Islam, di antaranya:

1. Rumus 1-1-1

Rumus pengelolaan keuangan ini dibuat sekaligus diajarkan oleh Salman Al Farisi, sebagai sahabat nabi. Menurut riwayat hidupnya, dengan uang sebanyak 1 dirham yang dimiliki, Ia memanfaatkannya untuk membuat sebuah anyaman, kemudian dijual sebesar 3 dirham.

Dengan kata lain, mendapatkan keuntungan sebesar 3 dirham. Lalu, beliau pun membagikannya masing-masing 1 dirham dimanfaatkan untuk bersedekah, 1 dirham untuk kebutuhan keluarga dan sisa 1 dirham lagi dipakai kembali sebagai modal usahanya.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk menerapkan rumus ini dalam kehidupan mereka sehari-hari.

2. Kurangi Hutang

Umat muslim juga dianjurkan mencatat jumlah pinjaman sekaligus perjanjian yang telah disaksikan orang lain, supaya tidak merugikan salah satu pihak.

Sebenarnya, tidak bisa dipungkiri bahwa utang pinjaman sering kali menyelamatkan Anda dari masalah finansial. Walaupun demikian, agama Islam sangat tidak menganjurkan berhutang (kecuali jika kondisinya darurat).

Kalaupun dalam kondisi darurat, usahakan jangan pernah pinjam uang di bank. Lebih baik pinjam kepada saudara dekat atau keluarga untuk menghindari riba. Mengurangi hutang sangat dianjurkan dalam manajemen keuangan menurut Islam.

Dengan kata lain, jika Anda masih memiliki tunggakan pinjaman sebaiknya segera melunasinya. Ini karena, dalam Islam membayar hutang hukumnya wajib. Bahkan, saat seseorang meninggal tetapi masih berhutang, pihak yang wajib melunasinya yaitu ahli warisnya.

3. Menabung

Bagi kebanyakan orang, menyisihkan sebagian penghasilan untuk menabung mungkin sulit dilakukan. Tidak jarang orang-orang menganggap penghasilannya berkurang, dengan alasan harus ditabung.

Akan tetapi, menabung justru sudah membantu setiap umat manusia dalam mempersiapkan kehidupan di masa mendatang. Seperti yang tertuang dalam hadits H.R Bukhari Muslim yang menganjurkan untuk menyisihkan sebagian harga agar ditabung. Menabung adalah salah satu manajemen keuangan menurut Islam yang juga perlu diperhatikan.

Biasanya manfaat menabung mulai bisa dirasakan saat uang sudah terkumpul banyak. Jika Anda memiliki tabungan, dengan mempunyai cadangan dana bisa dipakai kapan saja saat dibutuhkan.

Dengan kata lain, tabunglah sedikit yang Anda dari sekarang. Bisa menyisihkannya sekitar Rp.100.000,- per minggu, maka dalam setahun uang menjadi Rp.3.600.000,-.

4. Menyisihkan Sebagian Uang untuk Dijadikan Modal usaha

Manajemen keuangan menurut Islam selanjutnya adalah menyisihkan uang. Setiap bulan, sisihkan gaji atau penghasilan Anda untuk membeli aset, investasi atau modal usaha. Agama Islam memang menganjurkan umatnya menjalankan bisnis guna mencari nafkah.

Selain itu, Islam juga menganjurkan Anda untuk menyisihkan sebagian uang sebagai tambahan modal usaha. Namun, jangan sampai keuntungan usahanya dipakai buat keperluan yang bersifat konsumtif.

Sebenarnya, hal yang membedakan antara orang kaya, orang kelas menengah serta orang miskin yaitu, kebanyakan orang kaya lebih memilih aset. Sementara orang di kalangan kelas menengah atau orang miskin lebih memilih menghabiskannya untuk keperluan konsumtif.

Tidak jarang masyarakat di kelas menengah beranggapan bahwa mereka sudah membeli aset, namun sebaliknya justru membeli barang yang  bersifat konsumtif atau liabilitas.

Pengertian liabilitas itu sendiri adalah barang yang dapat mendatangkan pengeluaran. Sementara aset merupakan modal atau barang untuk menghasilkan keuntungan. Seperti mengajukan pinjaman pembelian mobil demi menjaga gengsi.

Pada akhirnya, Anda akan terbebani oleh biaya perawatan, hutang dan pengeluaran lainnya. Inilah yang disebut sebagai liabilitas. Sementara aset, misalnya membeli mobil untuk kebutuhan jualan atau barang logistik.

5. Infaq, Zakat dan Sedekah

Mengeluarkan zakat merupakan salah satu poin rukun Islam bagi umat Muslim. Zakat mampu menyucikan harta benda. Hal ini wajib ditunaikan, sebab sebesar 2,5% dari jumlah penghasilan Anda, di dalamnya ada hak fakir miskin.

Sementara sedekah dan infaq juga dianjurkan walaupun bersifat sunah. Dengan mengeluarkan infaq, sedekah dan zakat, Anda sudah membantu fakir miskin di lingkungan sekitar yang memang benar-benar memerlukan bantuan.

6. Hidup Sederhana

Nabi Muhammad SAW adalah sosok manusia sekaligus sosok seorang muslim yang begitu sederhana. Walaupun beliau beserta sang istri Khadjah sudah hidup bergelimang harta, tetapi harta tersebut dipakai untuk membantu orang miskin dan menyebarkan dakwah.

Bagi umat muslim, Anda harus mencontoh perilaku dari Rasulullah SAW. Dimana hidup sederhana ialah awal kebahagiaan. Walaupun ada orang yang beranggapan jika hidup sederhana merupakan hidup serba kekurangan.

Tapi dalam Islam, hidup sederhana ialah gaya hidup tertentu yang bertujuan agar dijauhkan dari sifat tamak dan serakah. Inilah salah satu manajemen keuangan menurut Islam yang menjadikan diri selalu beersyukur. Dengan hidup sederhana kita selalu merasa bersyukur dengan apa yang diberikan serta membentuk mental kaya, karena kita selalu merasa cukup dengan rezeki yang telah diberi.

7. Persiapkan Dana Darurat

Manajemen keuangan menurut Islam juga diperlukan ketika kondisi darurat. Setiap orang, tidak pernah tahu kapan bencana atau musibah akan datang. Maka dari itu, sebaiknya umat muslim selalu berusaha dan berikhtiar untuk mempersiapkan diri menghadapi masa yang akan datang, dengan mengalokasikan dana darurat.

Itulah 7 poin penting dalam manajemen keuangan menurut Islam yang wajib dicontoh, agar hidup tetap berkah dan sejahtera. Semoga bermanfaat.

Hal-Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Sebagai orang tua, ukhti dan akhi memiliki berbagai kewajiban yang harus dipenuhi kepada anak. Diantara kewajiban-kewajiban itu salah satunya adalah memberikan pengajaran kepada anak.

Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Sudah semestinya seorang anak mendapatkan pengajaran pertamanya dari orang tua mereka. Hal-hal yang perlu diajarkan kepada anak diantaranya adalah sebagai berikut:

1.Melakukan Ibadah Sejak Usia Dini

Mengajarkan kepada anak untuk melakukan ibadah sejak dini sangatlah penting untuk ukhti dan akhi lakukan. Contohnya seperti shalat wajib. Jika ukhti dan akhi memiliki anak laki-laki, ajaklah untuk shalat berjamaah di masjid dan biasakan anak untuk melakukan shalat tepat waktu.

Meskipun anak ukhti dan akhi belum baligh sekali pun dan belum wajib untuk melakukan shalat, tetap biasakan anak untuk melaksanakan shalat. Hal ini agar ketika anak dewasa nanti, ia tidak akan meninggalkan shalat karena sudah terbiasa melakukannya sejak kecil.

2. Membaca Al-Qur’an

Ajarilah anak ukhti dan akhi untuk membaca Al-Quran sejak dini. Bukan hanya membaca saja, ukhti dan akhi juga bisa melatih anak untuk menghafalkan Al-Quran. Hal ini menjadi sangatlah penting karena Al-Quran adalah pedoman hidup umat muslim. Membaca dan menghafalkan Al-Quran akan mendatangkan pahala yang sangat besar dari Allah SWT. Bahkan bagi orang tua yang mampu membuat anaknya hafal Al-Quran akan diberikan jubah emas kelak di akhirat dan mendapat ganjaran surga Allah SWT.

3. Melatih Anak Berpuasa

Hal yang perlu diajarkan kepada anak selanjutnya adalah melatih untuk berpuasa terutama saat bulan Ramadhan. Ukhti dan akhi bisa menggunakan metode puasa setengah hari pada anak yang baru belajar berpuasa. Hal ini dilakukan agar anak tidak terlalu kaget saat melakukan puasa. Bangunkanlah anak ukhti dan akhi saat sahur dan biarkan ia ikut makan bersama.

Saat sudah siang hari dan anak ukhti dan akhi tidak kuat melanjutkan puasa, biarkan mereka makan dan minum saat itu. Kemudian ajarkan mereka untuk melanjutkan kembali puasa mereka setelahnya.

Ceritakan kisah-kisah suri tauladan dari para nabi. Menceritakan kisah-kisah suri tauladan dari para nabi dan Rasulullah Allah SWT sangat bermanfaat. Dengan menceritakan kisah-kisah itu, anak bisa lebih mengenal para nabi dan rasul Allah SWT. Selain itu, nilai nilai kebaikan yang ada di dalam kisah para nabi dan rasul bisa menjadi pembelajaran yang berharga bagi anak ukhti dn akhi.

4. Selalu Berkata Jujur dan Tidak Berbohong

Pelajaran tentang kejujuran penting untuk ukhti dan akhi lakukan. Agama islam mengajarkan seriap manusia untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengajarkan nilai-nilai kejujuran pada anak, akan sangat membantu anak kelak. Kejujuran ini nantinya akan bermanfaat bagi anak ukhti dan akhi untuk menjadikannya pribadi yang baik. Serta diterima di masyarakat.

5. Selalu Sabar dan Menahan Emosi

Penyabar dan tidak mudah emosi apabila marah adalah sikap baik yang perlu dimiliki setiap umat islam. Jadi, ajarilah anak ukhti dan akhi untuk belajar bersabar dan menahan emosinya. Ukhti dan akhi bisa melakukannya saat anak bertengkar dengan saudaranya maka lerailah mereka dan jangan memihak pada salah satu anak. Kemudian, ukhti dan akhi bisa menasehati mereka agar saling menghargai dan menyayangi satu sama lain.

6. Mencontohkan Anak untuk Bersedekah

Contohkanlah kepada anak untuk bersedekah dan membantu orang lain yang membutuhkan. Hal ini akan melatih anak memiliki mental kaya, suka menolong serta peduli terhadap sesama. Latihlah anak ukhti dan akhi untuk memberikan uang logam maupun uang kertas berapapun nilainya dengan tangannya sendiri kepada orang yang membutuhkan misalnya kepada pengemis.

7. Selalu Menepati Janji

Janji adalah utang, oleh karena itu setiap janji haruslah ditepati. Melatih anak agar selalu menepati janji bisa ukhti dan akhi lakukan dengan memberikan contoh nyata yang nantinya bisa anak tiru. Saat ukhti dan akhi berjanji pada anak ukhti dan akhi, maka penuhilah janji tersebut.

8. Tanamkan Rasa Kesederhanaan

Di dalam hidup, manusia tidaklah boleh berlebih-lebihan karena Allah tidak menyukai hal tersebut. Tanamkanlah rasa kesederhanaan pada anak. Meskipun ukhti dan akhi memiliki materi yang cukup atau berlebih, ukhti dan akhi tidak boleh terlalu memanjakan anak dengan menuruti semua permintaannya. Hal ini bertujuan agar anak ukhti dan akhi tidak memiliki rasa sombong akan harta maupun jabatan kedua orangtuanya.

9. Selalu Menjaga Kebersihan

Ukhti dan akhi pasti pernah mendengar ungkapan bahwa kebersihan itu merupakan sebagian dari iman. Jadi, ajarkan pada anak untuk senantiasa menjaga kebersihan baik itu di dalam rumah, sekolah maupun di lingkungan mereka berada. Contohkanlah mereka dari hal-hal yang ringan seperti membuang sampah pada tempatnya. Anak juga perlu diperkenalkan dengan siwak. Banyak manfaat menggunakan siwak untuk kebersihan gigi dan mulut.

10. Bertutur Kata yang Sopan dan Santun

Ajarilah anak ukhti dan akhi untuk bertutur kata yang sopan dan santun baik pada orangtua, orang lain maupun teman sebayanya. Ingatkan anak untuk selalu menghindari kata-kata kasar. Untuk itu saat ukhti maupun akhi sedang bertengkar usahakan janganlah di depan anak karena pada dasarnya, anak akan meniru apa yang orangtuanya lakukan atau katakan.

11. Selalu Mengucapkan Salam

Saat masuk ke dalam rumah dan saat hendak pergi, biasakan anak untuk mengucapkan salam. Ajarkan pula anak untuk meminta izin dan berjabat tangan dengan ukhti dan akhi saat hendak pergi keluar rumah.

Itulah hal-hal yang perlu diajarkan kepada anak sejak dini. Hal tersebut sangat penting untuk orang tua lakukan. Jadi, ajarkanlah kepada anak hal-hal yang perlu diajarkan kepada anak di atas.

Jangan Pernah Pinjam Uang di Bank: Selain Riba, Juga Berbahaya

Jangan Pernah Pinjam Uang di Bank

Jangan Pernah Pinjam Uang di Bank

 

Buat para ukhty dan akhy kami sarankan jangan pernah pinjam uang di bank ya. Sebab di dalam Qs Ali Imron ayat 130 disebutkan secara eksplisit bahwa bunga bank masuk ke dalam riba.

Jangan Pernah Pinjam Uang di Bank

Kalau mau nabung di bank sih boleh-boleh aja ya. Tapi kalau pinjam uang di bank sangat tidak disarankan karena cenderung riba. Berikut adalah tips agar akhy dan ukhty bebas dai pinjanm uang bank.

Memahami Konsep Pinjam Uang Adalah Riba

Allah SWT memberikan larangan bagi umat Muslim untuk menjauhi riba. Sebab riba itu mengambil nilai lebih dari uang yang dipinjam. Nilai lebih ini disebut dengan riba, dan tahukan betapa mengerikannya riba?

Riba juga bagian daripada bentuk penyengsaraan. Dengan memakan uang riba itu, maka akan didapati kemiskinan pada akhy dan akhwat. Coba bayangkan saat kalian meminjam uang 10 juta di bank.

Setelah uang dipinjam, riba ditetapkan. Riba yang dibebankan olehmu dari bank sebesar 20 persen. Itu artinya ukhty harus membayarkan uang pengembalian yang totalnya sudah ditetapkan oleh riba sebesar 12 juta.

Apakah menurut sobat Muslim uang sebesar itu tidak berat? Tentu saja beratnya bukan main bukan kalau kalian harus membayar uang pengembalian di bank sebesar 12 juta. Makannya itu riba diharamkan dalam pandangan Islam. Lebih baik ukhty dan akhwat usahakan jangan pernah pinjam uang di bank.

Hidup harus menyukuri apa yang kita miliki. Selalu waspada dan jangan sampai tergoda dengan riba, karena riba bisa saja menjadikan pada perkara yang bisa menjerumuskan pada api neraka.

Meminjam Uang di Bank Bisa Membuatmu Terlilit Utang

Banyak kasus di masyarakat orang yang meminjam uang di bank tidak bisa melunasi utangnya dengan cepat. Akibatnya orang itu terlilit utang. Bahkan dalam beragam kasus ada orang-orang yang tanahnya terampas ke bank karena tidak bisa membayar utang.

Ada juga orang yang rumahnya terpaksa tersita oleh bank karena tidak bisa bayar utang. Sejumlah kasus yang semacam ini tentu saja menjadi hal yang traumatis sendiri. Dalam posisi yang sedemikian maka bisa disimpulkan jika berutang di bank merupakan potensi yang membahayakan. Maka dari itu jangan pernah pinjam uang di bank.

Lalu Gimana Dong Kalau Kepepet Tidak Punya Uang? Mau Meminjam ke Siapa?

Semakin kuat persaudaraan umat Muslim maka semakin kuat dalam menegakan agama Allah. Maka dari itu pinjam uangnya ke sesama saudara Islam saja.

Meminjam uang ke saudara sesama muslim akan mendapatkan pahala. Selain itu juga akan mempererat persaudaraan sesama Muslim.

Banyak tetangga-tetangga dekatmu yang bisa dipinjamkan uangnya. Kebetulan kalau meminjam uang di saudara sendiri hampir tanpa bunga sepeserpun. Tentu kalian dapat terhindar dari riba bukan jika meminjam uang melalui tetangga sendiri.

Mulailah Menabung Dengan Dinar Agar Diberkahi Allah

Mulailah Menabung Dengan Dinar

Agar kalian bisa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, mulailah dengan menabung dinar. Sistem pembayaran di masa nabi kebetulan menggunakan uang dinar. Pada masa nabi, uang dinar digunakan karena sesuai dengan sunnah.

Memang sekarang sudah tidak dapat kita temukan lagi uang dalam bentuk dinar. Di beberapa negara-negara di dunia, uang dinar sudah digantikan dengan uang giral dan uang kertas.

Antara uang dinar dan uang kertas jelas berbeda. Uang dinar jauh lebih bagus dibandingkan dengan uang kertas.

Jika uang kertas terus mengalami devaluasi terus-menerus, maka uang dinar tidak mengalaminya. Uang dinar karena bahannya terbuat dari emas maka akan terus naik.

Jika pada tahun 1990-an emas satu gram cuma dihargai 20 ribuan, maka pada tahun 2019 ini harga emas sudah menyentuh 500 ribuan. Konsep harga emas yang semakin naik dari masa ke masa ini membuat uang dinar menjadi sistem keuangan nabi.

Mari Menabung Emas Saja, Kurangi Menabung Uang.

Menabung uang memang menguntungkan. Tapi sayangnya harga uang terus turun. Jika uang seribu rupiah bisa kita gunakan untuk membeli 10 kerupuk pada tahun 2000-an, maka di tahun 2019 uang seribu rupiah hanya untuk membayarkan 2 kerupuk saja.

Dengan konsep dan logika yang demikian, maka menabung dalam bentuk uang tidak ada untungnya. Oke bisa saja uangmu akan terus bertambah sering dengan menambahnya uang di tabungan, tapi harga dari uang itu akan terdevaluasi dengan sendirinya karena inflasi bahan-bahan makanan.

Makannya mulai sekarang kalian sangat disarankan untuk menabung emas saja. Jika saat ini kalian mempunyai uang 3 juta, segeralah saja belanjakan uang 1,5 jutanya itu untuk membeli emas. Yang 1,5 juta lagi simpan baik-baik untuk memenuhi kebutuhan hidupmu.

Atau jika 3 tahun yang akan datang kalian akan melamar teman taarufmu, belilah emas dari sekarang saja. Jangan tunda-tunda membeli emas kawin pada saat hari H pernikahan. Sebab dengan membeli emas di hari H sebelum pernikahan harganya akan naik lebih dari 20 persen. Kalian akan rugi sendiri bukan?

Tips Memilih Emas yang Asli dan Tidak Palsu

Tidak dipungkiri bahwa emas kerap dipalsukan. Seolah-olah emas itu asli tapi ternyata hanya sepuhan belaka. Kalau kalian membeli emas palsu yang semacam ini tentu saja merugikan.

Makannya dalam memilih emas dan membeli emas, kalian harus mengetahui emas seperti apa yang kira-kira asli. Berikut ciri-ciri emas yang asli dan bagus:

  • Emas yang asli mempunyai berat yang pas. Emasnya tidak ringan.
  • Emas yang asli tidak mudah tergores saat kalian coba gores dengan koin. Emas akan tetap dalam keadaan mulus tanpa goresan.
  • Saat diukur dengan alat kandungan emas atau karitimeter, pada indikator menunjukan angka 100 persen. Artinya emas yang mau kalian beli benar-benar emas murni.

Nah itulah artikel jangan pernah pinjam uang di bank: selain riba juga berbahaya kan? Mending pinjam uang di sesama Muslim dan nabung emas aja biar diberkahi Allah SWT. Kalau bisa sih jangan sampai berhutang, tapi jadiah orang yang memberi hutang. Karena hal tersebut akan membentuk kita memiliki mental kaya. dan tidak cenderung tergantung dengan orang lain.

 

Kewajiban-kewajiban Orang Tua Kepada Anaknya

kewajiban Orang Tua Kepada Anak

kewajiban Orang Tua Kepada Anak

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dipenuhi. Begitu pula dengan kewajiban orang tua kepada anaknya. Kewajiban orang tua kepada seorang anak tidak hanya satu. Tetapi, ada sangat banyak kewajiban yang harus dipenuhi atau lakukan orang tua kepada anak.

Kewajiban Orang Tua Kepada Anak

Orang tua adalah pendidikan pertama dalam keluarga. Anak mendapat banyak pelajaran berharga dari orang tua. Oleh karena orang tua harus menjadi guru yang baik dalam keluarga. Lalu, apa saja kewajiban orang tua kepada anaknya? Berikut adalah ulasannya.

1.  Mengajak Anak untuk Melihat Keindahan Alam

Mungkin hal ini terdengar sepele namun, mengajak anak untuk melihat keindahan alam sangat penting untuk dilakukan. Dengan mengajak anak melihat keindahan alam, secara tidak langsung ukhti dan akhi menunjukkan bukti-bukti keagungan Allah SWT lewat alam tersebut. Dengan begitu ukhti dan akhi juga bisa sekaligus memberikan pelajaran kepada anak. Saat ukhti dan akhi menceritakan kisah penciptaan alam dan manusia juga dapat menanamkan pendidikan aqidah pada anak sejak dini.

2. Menjadi Teladan yang Baik untuk Anak

Sebagai orang tua, ukhti dan akhi memiliki kewajiban untuk bisa menjadi teladan yang baik untuk anak. Teladan yang baik bisa ukhti dan akhi terapkan dalam segala hal terutama dalam ibadah. Hal ini dikarenakan anak-anak adalah pencontoh yang sangat baik. Saat anak melihat ukhti dan akhi melakukan hal yang baik, maka anak ukhti dan akhi juga akan melakukan hal baik. Begitu pula sebaliknya. Jadi ukhti dan akhi, jadilah orang tua yang bisa menjadi teladan yang baik untuk anak.

3. Mengawasi Tontonan Anak

Ukhti dan akhi harus mengawasi anak ukhti dan akhi baik saat menonton tayangan di televisi, bermain gadget atau perangkat lainnya. Anak-anak biasanya belum bisa membedakan mana tontonan yang baik dan sesuai dengan umur mereka dan mana yang bukan. Disinilah ukhti dan akhi berperan untuk memfilter hal itu. Jelaskan dan beri pengertian kepada anak ukhti dan akhi mana yang boleh ia tonton, mainkan dan sebagainya.

4. Mendoakan Anak

Tanpa diminta pun ukhti dan akhi pasti akan mendoakan anak-anak kalian bukan? Orang tua pasti akan selalu mendoakan anak-anak mereka agar menjadi anak yang berbakti dan bertaqwa kepada Allah SWT serta kedua orangtuanya. Tahukah ukhti bahwa ridho adalah ridho orangtua ? Oleh karena itu sebagai orang tua, ukhti dan akhi wajib mendoakan anak-anak kalian dalam hal kebaikan.

5. Meluangkan Waktu untuk Anak

Anak-anak sangat memerlukan orang tuanya untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Jadi ukhti dan akhi hendaklah meluangkan waktu untuk anak seperti menemaninya bermain. Ukhti dan akhi juga harus memberikan anak perhatian agar anak merasa bahagia. Waktu yang ukhti dan akhi berikan juga akan membuat anak-anak akan merasa dirinya penting bagi ukhti dan akhi. Menghabiskan waktu bersama anak mampu membentuk karakter anak dan menjadikan ia memiliki mental kaya.

6. Memberikan Nama yang Terbaik untuk Anak

Nama atau panggilan merupakan sebuah doa orang tua kepada anaknya. Jadi, ukhti dan akhi tidak boleh memberikan nama atau panggilan yang sifatnya buruk kepada anak walaupun sedang marah sekalipun. Hal ini sama saja ukhti dan akhi mendoakan anak kalian agar menjadi buruk. Panggilan yang buruk juga bisa menyakiti hati anak. Oleh karena itu berikanlah nama serta panggilan yang baik kepada anak ukhti dan akhi.

7. Berlaku Adil Pada Setiap Anak

Orang tua yang bijak adalah orang tua yang bisa berlaku adil pada setiap anak dan tidak membedakan perlakuan pada anak yang satu dengan anak yang lain. Jika ukhti dan akhi ingin menjadi orang tua yang bijak, maka lakukanlah hal itu. Perlu ukhti dan akhi ketahui bahwa perbedaan perlakuan kepada anak akan menimbulkan kecemburuan dan konflik dalam keluarga.

8. Mengkhitan Anak

Mengkhitan anak laki-laki hukumnya wajib. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga anak dari penyakit dan mengajarkannya mematuhi perintah Allah SWT. Perintah untuk mengkhitan anak juga telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Ukhti dan akhi bisa mengkhitan anak laki-laki saat ia akan beranjak dewasa.

9. Mengawasi Pergaulan Anak

kewajiban Orang Tua Kepada Anaknya

Saat anak mulai tumbuh remaja, ukhti dan akhi sebagai orang tua perlu mengawasi pergaulan anak kalian dengan lebih ekstra. Hal ini karena masa remaja adalah masa peralihan dari anak kecil menuju dewasa dan di masa ini anak akan sangat labil sehingga perlu pengawasan orang tua.

Saat remaja, anak ukhti dan akhi akan mulai mengenal dan memiliki perasaan tertarik dengan lawan jenisnya. Jadi, ukhti dan akhi sepatutnya memberikan pengertian padanya bahwa pacaran dalam islam haram hukumnya dengan bahasa yang baik. Pacaran dilarang karena dapat menjerumuskan anak pada perbuatan zina.

10. Bersikap Demokratis Pada Anak

Yang dimaksud dengan bersikap demokratis pada anak yaitu selalu minta pendapat anak sebelum melaksanakan sesuatu yang berhubungan dengan anak ukhti dan akhi. Hal ini dimaksudkan agar anak merasa dihargai pendapatnya oleh ukhti dan akhi. Meminta pendapat anak juga bisa melatih anak berdiskusi dan menghargai pendapat satu sama lain. Jadi sangat penting untuk mendengarkan pendapat anak anda, ukhti maupun akhi.

11. Mengajarkan Komunikasi

Anak akan belajar untuk berkomunikasi pertama kalinya dari orang tua mereka khususnya seorang ibu. Ukhti dan akhi perlu untuk mengajarkan komunikasi yang baik kepada anak dengan bahasa yang baik. dan melatihnya untuk tidak malu berbicara dengan orang lain.

12. Menjaga Kebersihan

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Hal itu harus ditanamkan kepada anak agar terbiasa hidup bersih. salah satu hal yang baik diajarkan kepada anak adalah menggunakan siwak. Banyak manfaat menggunakan siwak yang apabila diajarkan pada anak, akan menjadi pahala yang besar dan juga mampu kebersihan.

Hal ini akan sangat berguna untuk kehidupan bersosialisasi anak kelak. Itulah kewajiban-kewajiban orang tua kepada anaknya. Ukhti dan akhi, jadilah orang tua yang baik dengan memenuhi kewajiban orang tua kepada anaknya.

Perkara yang Bisa Menjerumuskan Pada Api Neraka

Perkara yang Bisa Menjerumuskan Pada Api Neraka

Perkara yang Bisa Menjerumuskan Pada Api Neraka

Semua orang di dunia ini pasti tidak ingin terjerumus masuk ke dalam api neraka. Ukhti dan akhi pasti salah satunya. Namun, ukhti dan akhi sering tidak sadar bahwa perkara-perkara yang sebenarnya sepele dalam kehidupan sehari-hari bisa menjerumuskan pada api neraka. Sebenarnya apa saja bentuk perkara yang bisa menjerumuskan pada api neraka itu?

1. Ghibah

Sadar maupun tidak ukhti dan akhi pasti pernah bahkan sering melakukan ghibah. Apalagi bagi ukhti, ghibah terkadang sangat sulit untuk dihindari. Baik dalam jasmaninya, agamanya, kekayaannya, dan lain sebagainya. Banyak faktor yang bisa mendorong ukhti dan akhi berghibah. Media masa salah satunya. Saat ini terdapat banyak orang yang beramai-ramai membicarakan kejelekan orang lain lewat media social seperti IG, FB, Twitter dan lain sebagainya.

Allah bahkan menggambarkan dan mengidentikkan ghibah dengan sesuatu yang amat kotor dan menjijikkan. Tahukah ukhti dan akhi, bahwa dalam sebuah hadist juga dikatakan bahwa dosa ghibah melebihi dosa zina. Cara dalam bergibah sangat banyak diantaranya membeberkan aib orang lain, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok.

2. Masuk Masjid Dengan Mulut Bau

Mungkin ukhti dan akhi menganggap hal ini sepele. Namun, meski terlihat sepele jauh-jauh hari Rasulullah telah mengingatkan perihal perkara ini. Beliau mengatakan siapa saja yang makan bawang putih dan bawang merah hendaknya menjauhi kami dan hendaknya menjauhi masjid serta berdiam diri di rumah. Alangkah baiknya kita menerapkan sunnah rosul dengan bersiwak. Karena begitu banyak manfaat siwak untuk membersihkan mulut dan gigi

Oleh sebab itu, saat akan masuk masjid pastikan ukhti dan akhi menggunakan pakaian yang bersih lagi suci dengan bau badan dan mulut yang segar karena ukhti dan akhi akan menghadap Allah SWT.

3. Mendahului Imam Saat Sholat

Pernahkah ukhti dan akhi melihat orang yang mendahului imam saat melakukan sholat berjamaah? Atau ukhti dan akhi pernah melakukan hal itu sendiri? Ukhti dan akhi tidak boleh melakukan hal ini karena perkara mendahului imam saat sholat bisa menjerumuskan ukhti dan akhi pada api neraka. Rasulullah juga melarang dengan keras hal ini untuk dilakukan.

4. Hasad atau Dengki

Sebagai umat islam, ukhti dan akhi sebisa mungkin harus menghindari sifat hasad atau dengki. Karena hasad atau dengki akan menghilangkan nikmat orang lain baik nikmat yang bersifat ukhruwi maupun duniawi. Dan yang paling penting hasad bisa menjerumuskan ukhti dan akhi ke dalam api neraka.

Hasad atau dengki bisa disimpulkan sama dengan iri hati yang berarti tidak suka jika ada orang lain mendapatkan nikmat dari Allah SWT dan berharap agar nikmat itu dilimpahkan hanya kepada dirinya.

Sejatinya kita harus mensyukuti apa yang kita miliki dan jangan samapai hasad menguasai diri kita. Karena dengan bersyukur Allah akan memberikan kita rezeki yang berkah dan menjadikan kita memiliki mental kaya. Jadi, Sudah bersyukurkah hari ini?

5. Syurb Al-Khamr atau Minuman Keras

Perkara yang Menjerumuskan Pada Api Neraka

Janganlah sekali-kali ukhti dan akhi meminum minuman keras. Karena Allah sangat melaknat orang yang melakukan hal itu. Ukhti dan akhi juga pasti tahu bahwa semua barang yang memabukkan itu haram. Jadi, segala jenis khamr atau minuman keras itu juga diharamkan. Tetapi dalam beberapa kasus khamer dihalalkan. Contohnya saja dalam pengobatan medis karena ada illat di dalamnya jadi ha tersebut diperbolehkan. Selain untuk hal itu khamr dilarang.

6. Namimah

Namimah merupakan perbuatan mengadu domba. Namimah bisa berupa mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba sehingga menyebabkan terputusnya ikatan dan menyulut api kebencian serta permusuhan antar sesama manusia. Bentuk namimah yang paling buruk adalah hasutan yang dilakukan terhadap seorang lelaki tentang istrinya atau sebaliknya, ukhti dan akhi.

Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk merusak hubungan diantara suami istri tersebut. Putusnya hubungan suami istri akan membuat setan tertawa bahagia karena tugas dan perangkapnya untuk memisahkan suami istri berhasil. Jadi ukhti dan akhi harus menghindari namimah.

7. Tidak Bersih Ketika Buang Air

Tahukah ukhti dan akhi bahwa tidak bersih ketika buang air bisa menjerumuskan ukhti dan akhi dalam api neraka? Hal ini dikarenakan jika ukhti dan akhi tidak bersih ketika membuang air, najis tidak akan hilang sehingga shalat yang dilakukan menjadi tidak sah. Menurut Rasulullah SAW mengatakan bahwa kebanyakan azab kubur disebabkan karena buang air kecil.

Menyudahi hajat dengan tergesa-gesa sebelum selesai atau dengan sengaja buang air dengan posisi tertentu atau di sebuah tempat yang menjadikan percikan air kencing itu mengenainya termasuk ke dalamnya.

8. Menyekutukan Allah SWT

Janganlah pernah coba-coba untuk menyekutukan Allah SWT. Karena semua dosa dapat diampuni oleh Allah SWT kecuali kekufuran dan kemusyrikan. Jika ukhti dan akhi tidak ingin selama-lamanya berada di dalam neraka maka hindari perbuatan menyekutukan Allah SWT.

9. Menggunakan atau Mempelajari Sihir

Menggunakan atau mempelajari sihir termasuk ke dalam dosa besar yang bahkan termasuk dalam ranah kekufuran. Saat ukhti dan akhi menggunakan atau mempelajari sihir berarti ukhti dan akhi meyakini adanya kekuatan selain dari Allah SWT.

10. Membunuh

Membunuh masuk dalam perkara yang bisa menjerumuskan ukhti dan akhi dalam panasnya api neraka yang mengerikan. Membunuh hukumnya diharamkan di dalam Islam. Saat ada orang yang membunuh orang lain yang tidak bersalah berarti dia telah membunuh seluruh manusia di dunia ini.

Itulah perkara yang bisa menjerumuskan pada api neraka. Karena ukhti dan akhi sudah tahu mana saja perkara yang bisa menjerumuskan pada api neraka, maka hindarilah untuk melakukan perkara tersebut. Semoga kita semua bisa terhindar dari api neraka.

Tips Menjadi Laki-laki Idaman Wanita Luar Dalam

Laki-laki Idaman Wanita

Laki-laki Idaman Wanita

Wanita di zaman sekarang, sangat selektif dalam mencari pasangan hidupnya. Mereka tidak akan sembarangan dalam memilih laki-laki yang akan mereka jadikan pendamping. Para wanita terutama wanita muslim pastilah akan memilih laki-laki yang sholeh. Oleh karena itu sebagai kaum laki-laki, akhi haruslah menjadi laki-laki sholeh yang diidam-idamkan oleh kaum hawa.

Tapi menjadi laki-laki idaman wanita bukanlah perkara mudah. Banyak laki-laki yang masih bingung tentang cara menjadi laki-laki idaman wanita. Apakah akhi salah satunya ? Jika iya simaklah tips menjadi laki-laki idaman wanita berikut ini.

1. Memiliki akhlak mulia

Akhlak yang mulia bisa mencegah seseorang dari perkataan dan perbuatan yang tidak menyenangkan. Selain itu, laki-laki yang memiliki akhlak mulia cenderung selalu menjaga hubungan dengan baik terhadap orang lain maupun sang Pencipta. Jadi tidak aneh jika laki-laki yang mempunyai akhlak mulia selalu disegani dan menjadi incaran wanita karena selalu lembut dan berusaha membahagiakan pasangannya.

2. Selalu Menjaga Pandangan Mata

Seorang pria muslim yang sholeh juga akan selalu menundukkan pandangannya saat melihat wanita yang bukan muhrim dalam Islam. Ini bisa terjadi karena keimanan kuat yang dimiliki dan juga sebagai pencegahan dari hawa nafsu. Tidak hanya laki-laki, perempuan juga harus menjaga pandangan mata dan juga menjaga dirinya sendiri. Diantara dengan menggunakan jilbab yang sesuai ajaran agama Islam agar tidak sembarang laki-laki melihatnya.

3. Mengendalikan Hawa Nafsunya

Seorang laki-laki muslim haruslah memiliki kepribadian mampu menahan hawa nafsunya. Wanita sangatlah senang terhadap laki-laki yang mampu mengendalikan hawa nafsunya karena laki-laki seperti itu pasti mampu untuk senantiasa memperlakukan mereka dengan lembut. Seorang laki-laki haruslah menjaga pandangannya dari wanita yang bukan mahromnya, tetap bersabar, tidak mudah emosi dan bijak dalam memutuskan sesuatu. Jadi akhi harus berusaha dan belajar untuk mengendalikan hawa nafsu agar menjadi laki-laki idaman wanita.

4. Selalu Ingat Kepada Allah SWT

Sebagai muslim, akhi tidak boleh meninggalkan kewajiban dan senantiasa menjaga keimanan serta hati untuk selalu ingat dan tunduk hanya kepada Allah SWT. Laki-laki haruslah bisa membimbing wanita ke dalam kebaikan dan tidak menjerumuskan wanita ke dalam perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT. Wanita pasti akan sangat terpesona terhadap laki-laki yang selalu ingat kepada Allah SWT.

5. Selalu Menepati Janji

Akhi pasti pernah mendengar pepatah yang mengatakan bahwa laki-laki baik adalah yang dipegang adalah ucapannya. Jadi sebagai laki-laki, akhi haruslah mampu untuk menepati janji yang sudah dibuat. Para wanita pasti memasukkan point yang satu ini jika ingin mencari laki-laki sebagai pasangannya.

6. Tidak Membuang-Buang Waktu

Wanita tidak suka laki-laki yang suka membuang-buang waktu. Laki-laki sejati di dalam islam haruslah memiliki sifat ini. Selalu memanfaatkan waktu untuk hal yang bermanfaat haruslah dilakukan oleh laki-laki.

7. Bermanfaat Untuk Orang Lain

Laki-laki sejati haruslah bermanfaat baik itu untuk keluarga maupun orang lain. Seperti yang rasul sampaikan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Yang dimaksud dengan bermanfaat di sini tentunya dalam hal kebaikan dimana pun dia sedang berada.

Jika ingin menjadi laki-laki idaman wanita, akhi harus selalu berfikir cara membantu orang lain yang sedang dalam kesusahan dan meringankan beban masyarakat yang dalam kesulitan. Selain itu akhi juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan hal itu. Jika akhi sudah berhasil dijamin wanita akan jatuh cinta dengan akhi. Karena wanita akan berpikir “Dengan orang lain saja sangat peduli, apalagi dengan pasangannya sendiri ?”.

8. Mengajak menikah bukan pacaran

Wanita lebih suka kepastian bukannya sebaliknya. Jika akhi ingin menjadi laki-laki sejati, ajaklah wanita pilihan akhi untuk menikah bukannya pacaran. Karena selain membuang waktu, pacaran juga dilarang dalam Islam. Islam melarang adanya pacaran juga karena terdapat banyak alasan seperti pacaran itu mendekatkan dengan zina.

Banyak remaja saat ini yang hamil di luar nikah karena berawal dari pacaran kemudian pegang-pegangan tangan, peluk-pelukan sampai melakukan hal yang dilakukan oleh pasangan suami istri. Jadi akhi hindarilah pacaran dan berikan wanita sebuah kepastian dengan ikatan pernikahan.

9. Tidak boros maupun pelit

Menjadi Laki-laki Idaman Wanita

Sebenarnya, memakai dan membelanjakan uang yang dimiliki bukanlah sebuah masalah asalkan tidak menghabiskan uang tersebut secara berlebihan. Tidak hanya sekedar uang dan materi, namun dalam urusan lain seperti makan, ia juga tidak berlaku terlalu berlebihan akan tetapi juga tidak terlalu pelit. Semuanya akan dilakukan sesuai porsinya sebab segala sesuatu yang terlalu berlebihan bukanlah hal yang baik. Dengan ini, maka kewajiban laki laki setelah menikah akan dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dan kadarnya. Seorang lelaki yang memiliki mental kaya akan mampu mengatur keuangan sesusai kebutuhan dan mempu menempatkan sesuatu pada tempatnya.

10. Lemah lembut kepada wanita

Kriteria laki-laki idaman wanita adalah laki-laki yang mampu memperlakukan wanita dengan lemah lembut. Lelaki yang memiliki perangai lembut juga merupakan kriteria lak- laki sholeh menurut Islam. Dengan bersifat ini, maka kelak saat berumah tangga akan tercipta keluarga harmonis menurut Islam yang sangat baik. Laki laki yang seperti ini akan memposisikan wanita seperti layaknya seorang ratu sehingga selalu dihormati dan selalu menjaga tutur katanya dihadapan wanita.

11. Mempunyai prinsip hidup

Seorang laki-laki haruslah mempunyai pendirian yang kuat dan tidak mudah goyah saat mengambil keputusan. Untuk menjadi laki-laki idaman wanita, akhi haruslah memiliki prinsip hidup. Prinsip hidup akan membantu akhi untuk mengerti apa yang harus diperbuat di kemudian hari. Jika akhi memiliki prinsip hidup, kelak akan bisa membangun rumah tangga yang berkah.

Itulah tips menjadi laki-laki idaman wanita. Jadi jika akhi ingin menjadi laki-laki idaman wanita terapkanlah tips tersebut.

7 Manfaat Menggunakan Siwak untuk Membersihkan Mulut dan Gigi

 

Zaman sekarang yang serba modern, hampir semua orang  gigi menggunakan sikat gigi dan pasta gigi. Sedikit sekali yang menggunakan siwak padahal membersihkan gigi menggunakan siwak sangat dianjurkan dan diajarkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah menyunahkan umatnya untuk menggunakan siwak.

Siwak terbuat dari akar atau ranting dari pohon Salvadora persica dengan menggabungkan fungsi dari sikat dan pasta gigi. 

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah pernah bersabda, “Bersiwak itu membersihkan mulut dan merupakan sesuatu yang mendatangkan ridha Rabb” (HR. Bukhari dan An Nasa’i).

Imam An Nawawi berkata bahwa siwak dapat diartikan sebagai apa saja yang dapat meghilangkan kotoran dari mulut dan gigi. Jadi menyikat gigi, berkumur dengan obat kumur, dan menggunakan benang khusus gigi. Dapat dibilang sebagai kegiatan bersiwak.

Manfaat Menggunakan Siwak

Siwak memiliki manfaat yang sangat bagus untuk mulut dan gigi. Berikut beberapa manfaat menggunakan siwak untuk membersihkan mulut dan gigi:

1. Mencegah Kerusakan pada Gigi

Bakteri yang ada di rongga mulut akibat dari sisa makanan yang tertinggal dapat membuat enamel gigi mengalami kerusakan. Sementara itu kandungan siwak memiliki fluoride yang dapat mengatasi kerusakan gigi. Siwak dapat memperkuat enamel gigi. Karena siwal mengandung natrium klorida, kalsium oksida dan natrium bikarbonat.

Dengan menggunakan siwak kita dapat mengatasi kerusakan pada gigi atau mencegah terjadinya kerusakan pada gigi sehingga gigi dapat sehat. Gigi yang sehat membuat kita lebih mensyukuri setiap makanan yang kita kunyah dan masuk ke dalam perut. 

2. Mencegah Plak dan Karang pada Gigi

Plak terjadi akibat dari bakteri yang tumbuh dan berkembang biak pada gigi dan gusi sehingga timbulah plak pada gigi. Plak yang menumpuk akan berkumpul dan menjadi karang gigi yang berada antara gigi dan gusi. Untuk mencegah hal ini, kita dapat menggunakan siwak untuk membersihkan gigi agar plak dan karang dapat diatasi dan dihindari. 

3. Mencegah Bau Mulut

Kayu pada siwak mengandung anti bakteri secara alami dengan begitu siwak dapat mengatasi bau mulut dan membuat nafas menjadi lebih segar. Jadi saat menyikat gigi dengan siwak bakteri dalam mulut akan mati sehingga bau mulut akan hilang. 

4. Menyegarkan Mulut

Siwak mengandung senyawa aromatik yang dapat membuat mulut lebih segar. Sehingga akan ada aroma menyegarkan yang keluar dari rongga mulut ketika kita menggunakan siwak. Setelah selesai menggunakan siwak kita akan dimanjakan dengan sensasi napas segar seperti selesai menggunakan obat kumur yang mahal.

5. Melawan Bakteri yang Ada di Mulut dan Gigi

Penelitian yang dilakukan oleh WHO menyatakan bahwa siwak juga mengandung senyawa anti bakteri secara alami. Maka dari itu, siwak mampu membunuh bakteri jahat yang ada di dalam mulut kita. Dengan begitu, orang yang rutin menggunakan siwak lebih jarang yang mendapatkan penyakit kesehatan rongga mulut dibandingkan dengan yang menggunakan sikat dan pasta gigi setiap hari.

6. Antikanker dan Analgesik Alami

Tidak hanya untuk kebersihan dan membunuh bakteri di rongga mulut. Siwak juga berkhasiat untuk antikanker karena siwak mengandung antioksidan seperti peroksidase, katalase, dan juga polifenoloksidase yang sangat berkhasiat dalam menghindari kanker. 

Siwak juga mengandung bahan aktif yang sifatnya analgesik. Analgesik dapat dibilang juga penghilang rasa sakit. Analgesik mampu membantu mengatasi radang dan rasa sakit khususnya pada gusi.

Manfaat siwak sangat banyak bagi kesehatan mulut dan gigi Analgesik juga dapat membantu gusi jika seumpama gusi terluka, analgesik dapat menetralisir rasa sakit yang timbul.

7. Efektif dan Efisien

Harga siwak yang cukup murah membuat siwak menjadi alat pembersih mulut dan gigi yang efektif dan efisien. Dibandingkan hanya menggunakan pasta gigi dan sikat gigi yang lebih mahal namun khasiatnya tidak sebanyak menggunakan siwak.

Demikian 7 manfaat menggunakan siwak untuk kesehatan mulut dan gigi. Siwak memiliki banyak khasiat dan manfaat dalam kesehatan mulut dan gigi tak heran jika Baginda Nabi Muhammad SAW, menyunahkan siwak. 

Walaupun siwak hanya terbuat dari ranting dan akar pohon namun siwak memiliki banyak manfaat untuk mulut dan gigi. 

Sunnah bersiwak adalah dengan menggunakan tangan kanan. Namun jika menggunakan tangan kiri karena tidak bisa menggunakan tangan kanan tidak menjadi masalah. Pada saat ada kotoran pada gigi maka akan lebih baik jika menggunakan tangan kiri untuk membersihkan kotoran yang menempel pada gigi tersebut.

Bersiwak yang baik yaitu pada saat sebelum melaksanakan ibadah bisa sebelum wudhu untuk menunaikan shalat. Atau bisa juga bersiwak sebelum wudhu ingin membaca Alquran. 

Saat kita bersiwak bagian gigi yang harus dibersihkan adalah di permukaan yang depan, sela antar gigi, permukaan dalam, dan permukaan yang digunakan untuk mengunyah. Lidah, gusi dan langit-langit mulut juga sebaiknya dibersihkan dengan siwak untuk membunuh segala macam bakteri yang menempel disana. 

Kayu siwak dapat menyikat gigi sebagaimana sikat gigi membersihkan gigi hanya saja, siwak lebih banyak mengandung khasiat yang baik untuk mulut dan gigi. Dianjurkan ketika menggunakan siwak kita membersihkan seluruh gigi yang ada di mulut tanpa terkecuali supaya kuman yang ada di dalam mulut dapat mati 

Menggunakan siwak saat hendak melaksanakan sunah Rasulullah dapat dilakukan dengan niat yang baik, menggunakan tangan kanan, mengambil sisa kotoran di gigi menggunakan tangan kiri, dan membersihkan mulut dan gigi secara menyeluruh. Dengan begitu kesehatan mulut dan gigi akan selalu terjaga. 

itulah manfaat menggunakan siwak yang begitu banyak, selain menjaga kebersihan, menggunakan siwak ternyata juga menjadikan kita memiliki mental kaya, karena kita telah meneladani sunah Rasulullah SAW. Oiya, untuk wanita muslimah sangat dianjurkan untuk menggunakan jilbab yang sesuai ajaran agama Islam agar mampu menutup aurat dan semakin Anggun dalam pandangan Allah SWT.

7 Kriteria Menggunakan Jilbab yang Sesuai Ajaran Agama Islam

 

Hijab merupakan pakaian yang menutupi aurat wanita sebagai penghalang yang menutupi sesuatu yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Penghalang bisa jadi tembok, tirai, atau pintu jika berada dirumah. Dan jilbab merupakan bagian dari hijab karena menutupi aurat. Jilbab sudah pasti hijab. Tapi hijab belum tentu jilbab.

Kriteria Menggunakan Jilbab yang Sesuai Ajaran Agama Islam

Berjilbab juga ada aturannya jadi uhty, sebagai perempuan muslim harus mematuhi aturan agama Islam. Berikut 7 kriteria menggunakan Jilbab yang sesuai ajaran agama Islam:

1. Menutup Seluruh Tubuh Kecuali Muka 

Seperti yang kita ketahui bahwa aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Jadi jilbab yang digunakan harus yang tertutup. Bahkan banyak perempuan yang berhijrah memilih untuk menggunakan cadar untuk menutup sebagian mukanya. Hal ini untuk menghindari pandangan nakal laki-laki yang bukan mahramnya. 

Hijab yang menutup tubuh juga tidak boleh terlalu ringan jadi apabila ada angina yang berhembus hijab yang digunakan tidak menyingkap. Hal ini supaya aurat yang ditutupi tetap aman dan tidak terlihat.

2. Menutup Dada 

Semakin berkembangnya zaman banyak model jilbab yang tidak menutup dada tapi dianggap trendy. Padahal hal ini bertentangan dengan ajaran agama Islam yang menyuruh umat wanitanya berhijab menutupi dada sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Ahzab ayat 59 yang menyerukan seluruh wanita beriman menjulurkan jilbabnya menutupi dada. 

Jadi akan lebih baik jika kita menghindari tutorial jilbab yang menyingkap jilbab atau mengikat jilbab sehingga terlihat dadanya. Karena dada adalah bagian sensitive pada wanita kita harus menutupinya dengan baik.

Islam memang menyukai keindahan, tetapi bukan berarti keindahan yang bertentangan dengan syariat agama. Walaupun mungkin banyak tutorial hijab tanpa menutup dada yang indah dan terlihat modis bagi kaum hawa. Namun kita tetap harus berpegang teguh pada aturan agama dengan menjulurkan jilbab sampai menutupi dada.

3. Bagian Bawah Tidak Boleh Mengatung

Karena yang tidak termasuk aurat hanya wajah dan telapak tangan berarti kaki adalah aurat. Memakai kaus kaki memang harus dilakukan supaya kaki tidak terlihat. Bagian bawah gamis atau rok yang digunakan tidak boleh mengatung. Hadits: Ummu Salamah ra: “Ya Rasulullah, bagaimana perempuan dan kain-kain mereka yang sebelah bawah?” Rasulullah menjawabnya, sabdanya: “Hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal dan janganlah menambahkan lagi ke atasnya”. (HR. Imam tarmidzi dan Nasa’i)

4. Tidak Membentuk Lekuk Tubuh 

Jilbab yang digunakan hendaknya tidak terlalu ketat sehingga tidak Nampak lekukan dada dan bagian tubuh lainnya. Karena Allah SWT menciptakan wanita dengan wujud yang sangat indah, sampai lekuk tubuhnya sangat mempesona. Lekuk tubuh wanita dapat membuat laki-laki tergoda. Apalagi jika bagian tubuh wanita yang sensitif seperti pinggul dan dada. 

Sebagai seorang wanita muslimah kita harus menjaga kehormatan kita. Terutama menjaga aurat kita dari lawan jenis yang bukan mahram. Karena jilbab dan pakaian yang ketat membuat kita seperti orang yang berpakaian tapi telanjang.

5. Tidak Menampakkan Bagian Wajah 

Berjilbab yang baik tidak boleh menampakkan telinga walaupun hanya bagian kecil untuk menampakkan anting-anting. Berjilbab juga tidak boleh menampakkan bagian rambut tertentu hanya untuk gaya. Dalam ayat Alquran surat An Nur ayat 31 dijelaskan larangan untuk menapakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak daripadanya. Dengan penjelasan dalam ayat Alquran tersebut sudah jelas bahwa seorang wanita hendaknya menutupi bagian yang lain kecuali mukanya saja. Sehingga lebih terjaga dari larangan Allah SWT.

6. Tidak Berhias Dengan Berlebihan

Wanita sekarang kebanyakan terlalu menor dalam berhias sehingga lupa bahwa berhias yang berlebihan itu dilarang dalam ajaran agama Islam. Penggunaan aksesoris yang berlebihan juga tidak diperkenankan. Penggunaan aksesoris yang berlebihan dapat memancing adanya pencuri atau kecemburuan sosial dari orang-orang yang melihatnya.

Make up yang berlebihan sehingga terlihat sangat cantik wajahnya juga tidak diperkenankan karena dapat menimbulkan hawa nafsu pada lawan jenis yang bukan mahramnya. Jadi lebih baik menggunakan semuanya dengan sewajarnya dan tidak berlebihan dalam berhias. Kecuali untuk suaminya di rumah tidak masalah jika ingin berhias secantik mungkin. 

7. Jilbab yang Dikenakan Tidak Membentuk Punuk Unta

Berjilbab seperti punuk unta adalah berjilbab dengan bagian kepala belakang menonjol ke atas sehingga seperti punuk unta. Biasanya punuk unta seperti ini terjadi karena mengikat rambut di atas kepala sehingga saat menggunakan jilbab terlihat seperti punuk unta. Atau bisa juga dengan menambah kain di bagian atas kepala supaya terlihat lebih tinggi.

Berjilbab seperti ini tidak boleh dilakukan. Lebih baik jika ingin mengikat rambut ditali di bagian bawah jadi bagian atas kepala tidak menonjol. Menonjolkan bagian atas kepala seperti ini juga berpotensi membuat kepala cepat terasa pusing. 

Demikian 7 kriteria menggunakan jilbab sesuai dengan ajaran agama Islam. Dengan berjilbab yang baik tanpa melanggar aturan agama maka kita dapat melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Sebenarnya ajaran agama Islam tentang berjilbab cukup sederhana. Yang terpenting menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan dan menghindari hal-hal yang dilarang seperti yang disebutkan di atas.

Jilbab juga merupakan simbol umat Islam maka dari itu lebih baik menggunakannya dengan sesuai ajaran Islam. Untuk menjaga kehormatan diri sendiri dan agama. Jilbab juga dapat melindungi diri dari tatapan para hidung belang yang ada di luar sana. Dengan berjilbab yang baik kita dapat meminimalisir kejahatan dan pelecehan terhadap perempuan. 

Islam telah mengatur hidup kita agar mulia dunia dan akhirat. Salah satunya dengan menggunakan jilbab yang sesuai ajaran Islam. Anjuran lainya adalah menggunakan siwak. Manfaat menggunakan Siwak begitu banyak untuk membersihkan gigi dan mulut. Begitu indah ajaran Islam dan kita harus melaksanakan sesuai tuntunan. Semua tuntunan tersebut adalah untuk kebaikan kita, bahkan bisa membentuk mental kaya yang menjadikan kita selalu bersyukur dengan pemberian Allah SWT.