Materi Akuntansi Syariah – Lengkap

Manajemen Keuangan Islami

Materi Akuntansi Syariah

Materi akuntansi syariah memang menekankan pada 2 hal yaitu, akuntabilitas serta pelaporan. Ini karena fungsi dari akuntansi salah satunya untuk memudahkan pelaporan keuangan yang rapi dan benar. Namun, imbuhan kata syariah membuat segala proses dilakukan sesuai dengan kaidah Islam.

Praktik Akuntansi Syariah pada Masa Pemerintahan Islam

Pada zaman Rasulullah SAW, hal yang direkomendasikan oleh para sahabat yaitu perlunya catatan untuk penanggungjawaban penerimaan pengeluaran negara. Sistem pembukuannya menggunakan model:

  1. 1. Jaridah Al-Kharaj. Dimana mempertunjukkan hutang individu atas zakat tanah, hasil pertanian, serta hutang dalam hal hewan ternak hingga cicilan. Hutang individu dicatat dalam satu kolom, sedangkan pencatatan cicilan di kolom berbeda.
  2. Jurnal pengeluaran yang mencatat segala kebutuhan (kas keluar)
  3. Jurnal dana hanya berisi catatan pemasukan dan pengeluaran serta segala hal yang berhubungan dengan zakat.
  4. Jaridah Al-Musadarin, yaitu laporan khusus mencatat penerimaan denda atau sita sebagai konsekuensi individu yang tidak sesuai syariah, termasuk bila ada pihak yang melakukan korupsi atau tindak laku kejahatan berhubungan dengan uang.

Konsep Akuntansi Syariah

Entitas Bisnis. Dimana perusahaan atau lembaga yang dianggap sebagai entitas ekonomi serta hukum di luar kepentingan berbagai pihak terlibat ataupun secara pribadi.

Berhubungan. Aktivitas akuntansi syariah dianggap akan berjalan terus, hal ini menunjukkan konsistensinya.

Stabilitas Moneter. Syarat bahan uang yang digunakan haruslah berdasar emas agar stabil dan nilainya setara dengan benda.

Zakat. Salah satu tujuan akuntansi syariah adalah perhitungan uang zakat. Harus mengeluarkannya sesuai periode zakat haul, yaitu selama 1 tahun kemudian dihitung pada akhir tahun.

Tujuan Akuntansi Syariah

4 Tujuan akuntansi syariah:

  1. Menentukan hak ataupun kewajiban antara dua pihak dalam transaksi akuntansi syariah yang berkaitan dengan prinsip-prinsip Islam serta hal-hal kewajaran.
  2. Meningkatkan kemampuan pengaturan serta aktivitas kerja produktif dari lembaga keuangan syariah.
  3. Menyiapkan informasi laporan keuangan secara benar dan sesuai kaidah Islam.
  4. Menciptakan penyusunan standar akuntansi secara konsisten agar menarik dan menjaga kepercayaan klien terhadap keuangan syariah.

Karakteristik Akuntansi Syariah

Beberapa karakteristik yang terdapat dalam akuntansi syariah:

  1. Transaksi keuangan dalam akuntansi syariah ini dilakukan berdasarkan prinsip saling paham.
  2. Prinsip kebebasan transaksi diakui dan dijalankan selama objeknya halal dan baik bila dipandang dengan sudut pandang agama Islam.
  3. Transaksi dilakukan setelah menyepakati perjanjian yang jelas untuk mementingkan keuntungan semua pihak menggunakan satu akad. Tetapi tidak melaksanakan dua transaksi bersamaan dengan satu akad.

Postulat Akuntansi Syariah

Entitas. Ini dilaporkan dan disetujui adalah akuntansi syariah yaitu lembaga terpisah dari organisasi tetapi sifatnya tidak lepas dan bergantung sebagai manusia bertanggung jawab kepada Allah.

Mukallaf. Meski entitas bukanlah manusia yang memiliki tanggung jawab tetapi harus memiliki sifat mukallaf karena merupakan ciptaan manusia untuk mencapai tujuan.

Informasi Kualitatif dan Kuantitas. Laporan-laporan harus mencakup informasi secara kualitatif yaitu penjelasan-penjelasan mengenai data kuantitatif (laporan keuangan).

Terus berjalan. Perusahaan haruslah tetap berjalan agar segera menentukan nilai dan harga dari kekayaan yang dimiliki.

Amanah. Hal yang terpenting, akuntansi syariah haruslah berdasar hukum Islam dalam Al-Quran.

Proses Pembangunan Akuntansi Syariah

Langkah dan Prosesnya:

  1. Menginventariskan aturan-aturan dan nilai terkandung dalam Al-Quran serta hadits terutama berkaitan dengan ibadah muamalah.
  2. Penentuan proses perusahaan dalam masyarakat dengan tujuan mendirikan perusahaan sesuai dengan nilai-nilai dalam Al-Quran dan hadits.
  3. Mengatur bentuk sekaligus isi laporan keuangan yang berfokus pada tujuan pendirian perusahaan.
  4. Mengikuti kebiasaan yang sedang berlaku di masyarakat, namun tidak melawan atau bertentangan dengan hukum-hukum Islam Al-Quran serta hadits.

Aliran pemikiran Akuntansi Syariah

Apa saja aliran dalam akuntansi syariah? Filosofis-Teoritis, merupakan aliran berusaha melahirkan teori-teori akuntansi yang lahir dari ajaran Islam tanpa ada pencampuran paham akuntansi konvensional. Praktik pada lembaga keuangan syariah menuntut menggunakan metode pencatatan sesuai prinsip Islam.

Kelebihan Akuntansi Syariah

Beberapa kelebihan akuntansi syariah yaitu:

1. Bagi Hasil

Sistem akuntansi syariah tidak menerapkan bunga atau riba yang dilarang oleh agama, namun menggunakan sistem bagi hasil yaitu menanggung risiko bersama antara pihak-pihak terlibat.

Keuntungan akan lebih jelas terlihat serta kesepakatan telah diketahui dan dipaparkan di awal. Dua pihak yang terlibat dalam sistem bagi hasil ini adalah pemilik serta pengelola modal.

2. Prinsip Murabahah

Akuntansi syariah dalam prinsip jual-beli juga menerapkan sistem sesuai ketentuan agama Islam. Contohnya transaksi antara nasabah yang ingin mengajukan kredit kepada sebuah bank. Prinsip murabahah yang ditetapkan ini membuat sistem kerja dengan kesepakatan di awal.

Kedua pihak terlibat harus membicarakan bunga yang harus dibayarkan dan diterima oleh masing-masing tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu suku bunga berlaku.

3. Bebas Riba

Jelas penetapan bunga atau kelebihan dari total pinjaman saat pengembalian merupakan larangan dari aturan dan ketentuan agama. Akuntansi syariah terbebas dari unsur ini. Penyajian laporannya menggunakan prinsip time value of money serta disusun sebagus mungkin agar memuaskan investor.

4. Tenggang Rasa

Akuntansi syariah selain fokus pada pelaksanaan kepentingan akuntansi, tetapi juga terdapat unsur zakat yang menjadi kelebihannya. Selain itu, akuntansi syariah juga memikirkan kepentingan pihak-pihak terlibat dan menerapkan sikap toleransi.

5. Sesuai Islam

Dalam melaksanakan tujuannya, menggunakan prinsip dan dasar hukum Agama Islam. Oleh karena itu, perusahaan yang menerapkan harus memiliki tanggung jawab sosial serta etika bisnis sangat besar.

Bila berbicara mengenai akuntansi pasti tidak lepas dari laporan keuangan, namun materi akuntansi syariah sangatlah beragam walaupun ada satu ciri khas yang melekat, yaitu segala hal bersandar pada dasar hukum Islam.

Mengenal Ruang Lingkup Manajemen Keuangan Islami

Manajemen Keuangan Islami

Ketika belajar tentang ekonomi syariah, seberapa pahamkah Kamu tentang ruang lingkup manajemen keuangan Islami? Atau tentang bagaimana prinsip akuntansi syariah? Untuk lebih mengasah pemahaman serta melihat secara detail dan singkat, berikut beberapa informasi terkait manajemen keuangan Islami :

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan Islami

Ruang lingkup manajemen keuangan terbagi menjadi 2, yaitu:

1. Financial service

Ini merupakan bidang keuangan yang berhubungan dengan pembuatan desain dan konsultasi produk finansial, baik kepada individu, bisnis maupun pemerintah. Bidang ini berkaitan dengan jasa keuangan yang meliputi, Loan officers, Pialang dan juga Konsultan keuangan.

2. Managerial finance

Managerial finance yaitu kegiatan yang berhubungan dengan tugas-tugas manajer keuangan di perusahaan aktif dalam mengelola keuangannya. Aktivitas tersebut meliputi penyusunan budge, peramalan keuangan, manajemen kas, administrasi kredit, mencari dana dan investasi.

Kedua bidang dalam manajemen keuangan ini dalam praktiknya selalu berjalan searah (berbanding lurus), saling mendukung, berkaitan dan ketergantungan satu dengan lainnya. Artinya. keduanya selalu dibutuhkan dalam mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan.

Contoh Manajemen Keuangan Islami

Dalam hal keuangan, di Indonesia sendiri sudah banyak lembaga yang menaungi keuangan Islami. Hal semacam ini dilakukan untuk menjauhkan nasabah dari beberapa hal terkait riba. Dengan begitu, harta akan lebih aman dan halal. Adapun beberapa lembaga terkait, misalnya:

1. Lembaga Keuangan Bank Syariah

Manajemen keuangan Islami  salah satunya melalui bank syariah. Keuangan bank merupakan lembaga yang memberikan jasa keuangan yang lengkap dan operasional dibina atau diawasi oleh bank indonesia. Sedangkan pembinaan dan pengawasan dari sisi pemenuhan prinsip-prinsip syariah dilakukan oleh MUI. Lembaganya terdiri dari :

  • Bank Umum Syariah. Kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
  • Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Khusus melayani masyarakat kecil di kecamatan dan pedesaan. Sehingga, perekonomian lebih merata dan terjangkau luas.

2. Lembaga Keuangan Non Bank

Jika didefinisikan, merupakan lembaga keuangan yang lebih banyak jenisnya daripada bank. Pembinaan dan pengawasan dari sisi pemenuhan manajemen keuangan Islami dan dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia. Macam-macamnya antara lain sebagai berikut:

  • Pasar Modal

Pasar modal memiliki pengertian sebagai tempat transaksi antara orang yang mencari dana dengan semua penanam saham. Di sini, produk yang dijual belikan meliputi bursa efek layaknya saham dan obligasi jangka panjang.

Pasar modal meliputi underwriter, broken, dealer, guarantor, trustee, custdian serta jasa penunjang. Dalam pelaksanaanya di Indonesia, akan diawasi dalam lingkup operasionalnya ole Bapepam LK serta dibarengi pemenuhan dasar syariah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI).

  • Pasar Uang

Pasar uang sama halnya dengan pasar modal, yaitu pasar tempat memperoleh dana dan investasi. Perbedaanya hanya terletak pada jangka waktu berlaku serta pemanfaatannya saja ketika digunakan untuk bisnis.

Di sini, proses transaksi akan lebih sering menggunakan media elektronika atau digital. Sehingga, customer bisa mengaksesnya dimanapun serta tidak perlu kerepotan untuk datang langsung sendiri ke sana.

Pasar uang melayani banyak pihak, baik pemerintah, bank, perusahaan asuransi dan lembaga lainnya. Bentuk syariahnya juga telah hadir melalui kebijakan Operasi Moneter Syariah dengan instrumen-instrumen tertentu.

Instrumen tersebut antara lain Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Pasar Uang Antar bank Syariah (PUAS). Terdapat juga, sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank (IMA) yang secara operasional di bawah pengawasan Bank Indonesia sedangkan prinsip syariahnya diatur MUI.

  • Perusahaan Asuransi

Asuransi syariah atau dalam Islam disebut dengan ta’min, takaful dan tadhamun, merupakan sebuah perusahaan yang mempunyai tujuan untuk saling melindungi pihak-pihak tertentu melalui investasi berbentuk aset.

Ia menerapkan sistem pengembalian dalam rangka menanggulangi resiko atau kejadian-kejadian khusus. Ketika ingin mengikuti program ini, maka diadakan serah terima atau akad yang sesuai dengan syariat Islam.

Asuransi syariah di sini tidak mengandung penipuan, perjudian, penganiayaan, suap serta barang maksiat dan haram lainya. Perusahaan-perusahaan jenis ini sekarang telah bersaing dengan bentuk konvensional.

  • Dana Pensiun

Dana pensiun merupakan perusahaan yang kegiatannya mengelola dana tua dari perusahaan pemberi kerja atau perusahaan itu sendiri. Pengumpulanya melalui iuran dan potongan dari gaji karyawan saat mereka masih aktif bekerja.

Setelah dana tersebut terkumpul, maka oleh perusahaan akan diinvestasikan lagi pada beberapa bidang dengan keuntungan jelas. Ini dilakukan supaya dapat benar-benar berkembang serta menjamin hari tua bagi karyawannya.

Perusahaan yang mengelola dana pensiun dapat dilakukan oleh bank atau lainnya. Di Indonesia, hal tersebut baru hadir dalam bentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan dan diselenggarakan oleh beberapa DPLK bank serta asuransi syariah.

  • Perusahaan Modal Venture Syariah

Perusahaan modal venture merupakan sebuah sebuah sistem pembiayaan dengan jenis usaha mengandung resiko sangat tinggi. Hal ini relatif dan masih jarang keberadaanya untuk diterapkan di Indonesia.

Dalam menjalankan usahanya, perusahaan ini memberikan biaya atau dana pada sesorang tanpa melibatkan jaminan yang notabene pasti tidak seperti sistem lembaga lain. Selain itu, juga menjalankan usaha berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

  • Lembaga Pembiayaan

Lembaga pembiayaan merupakan sebuah perusahaan yang tidak termasuk bank maupun non-bank. Ia secara khusus didirikan untuk mengelola dan membawahi bidang usaha pada sektor-sektor berikut ini:

  • Lembaga Sewa Guna Usaha (Leasing).
  • Perusahaan Anjak Piutang (Factoring).
  • Perusahaan Kartu Plastik.
  • Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance).
  • Perusahaan Pegadaian Lembaga Keuangan Syariah Mikro yang meliputi Lembaga Pengelola Zakat (BAZ dan LAZ), Lembaga Pengelola Wakaf, serta

Demikianlah sedikit informasi serta ulasan lebih mendalam tentang ruang lingkup manajemen keuangan Islami yang meliputi banyak lembaga maupun juga perusahaan-perusahaan. Penerapn manajeman keuangan Islami juga mengajarkan kita untuk selalu memiliki mental kaya. Dengan mengetahuinya, Kamu tidak akan kebingungan lagi saat mempelajari sistem yang halal.

10+ Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Akuntansi Menurut Para Ahli

Akuntansi Menurut Para Ahli

Kata akuntansi bukanlah hal yang asing di tengah masyarakat. Kata ini sering muncul bahkan di media cetak dan media sosial. Namun, tidak semua orang mengerti apa itu akuntansi secara lebih detail. Padahal, ilmu ini dibutuhkan bahkan di semua bidang, termasuk dalam dunia bisnis. Perlu juga diketahui bagaimana perbedaan akuntansi syariah dan konvensional agar kita lebih memahaminya.

Berbicara mengenai akuntansi, seseorang perlu memahami pengertian akuntansi secara umum dan pengertian akuntansi menurut para ahli. Ini akan membantu membuka pengetahuan Anda mengenai ilmu ini.

Definisi Akuntansi secara Umum

Akuntansi memiliki asal kata accounting (Bahasa Inggris) yang artinya adalah mempertanggungjawabkan, menghitung. Hampir semua kegiatan bisnis di berbagai belahan dunia menggunakan ilmu ini untuk efektivitas dan efisiensi perjalanan bisnis mereka.

Secara umum, akuntansi diartikan sebagai suatu proses meringkas, mencatat, mengklarifikasi, mengolah hingga menyajikan data. Adanya transaksi dan semua hal berkaitan dengan keuangan juga masuk ke dalam cakupan akuntansi.

Ilmu akuntansi akan membantu seseorang dalam memahami data dan tentunya memudahkan mereka dalam mengambil keputusan. Sehingga, ilmu ini tidak sekedar ilmu untuk menghitung uang semata. Namun juga mencakup hal lainnya yang sangat penting dalam kehidupan.

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki pandangan tersendiri mengenai akuntansi. Bahkan, beberapa asosiasi dan lembaga organisasi membuat kesepakatan khusus berkaitan dengannya. Berikut adalah beberapa pendapat ahli mengenai pengertian akuntansi.

1. Menurut Sophar Lumbantoruan

Sophar pernah menjabat sebagai Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia. Ia juga pernah menulis buku tentang Akuntansi Pajak. Di dalam buku tersebut disebutkan bahwa akuntansi merupakan sebuah alat yang dipakai dalam bisnis mencakup berbagai informasi penting mengenai keuangan.

Informasi di dalamnya hanya dapat dimengerti apabila seseorang sudah belajar akuntansi. Sehingga, informasi keuangan hasil akuntansi tidak dapat dipahami oleh orang yang belum pernah mempelajari alur, prosedur bahkan mekanisme akuntansi.

2. Menurut Rudianto

Menurut Rudianto, akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang dapat menghasilkan laporan data kepada pihak yang berkepentingan. Dimana di dalamnya mencakup semua kegiatan ekonomi serta keadaan sebuah badan usaha. Ungkapan ini ditulis dalam bukunya yang berjudul Pengantar Akuntansi.

3. Menurut Suparwoto L.

Suparwoto L. yang merupakan dosen akuntansi UGM lulusan California State University juga memiliki pandangan tersendiri mengenai pengertian akuntansi. Menurutnya, akuntansi adalah sebuah sistem atau teknik khusus untuk mengelola dan mengukur transaksi keuangan.

Di dalam proses tersebut akan dihasilkan sajian pengelolaan data yang berbentuk informasi. Sehingga, nantinya ia akan bermanfaat tidak hanya kepada pihak internal, namun juga pihak eksternal perusahaan seperti pemerintah, investor, kreditur, serikat buruh dan lain sebagainya.

4. Menurut Abu Bakar A. bersama Wibowo

Keduanya adalah pakar akuntansi di Indonesia. Berdasarkan pandangan mereka, akuntansi merupakan suatu prosedur khusus dalam mencatat, mengakui dan melakukan korespondensi bursa keuangan dalam sebuah organisasi atau unsur tertentu.

Untuk lebih jelasnya, akuntansi menjadi sistem informasi yang mencatat transaksi keuangan. Kemudian menyajikannya dalam bentuk laporan. Nantinya, laporan keuangan yang dihasilkan dapat digunakan untuk korespondensi kepada pihak berkepentingan dalam proses bisnis serta keuangan.

5. Menurut Walter T. Harrison dan Charles Thomas Horngren

Walter T. Harrison merupakan seorang penulis berbagai buku akuntansi yang cukup populer. Sedangkan Charles Tholas Horngren adalah salah satu profesor akuntansi di Stanford University. Keduanya memiliki pandangan bersama mengenai pengertian dari akuntansi.

Menurut ke dua orang tersebut, akuntansi merupakan sebuah sistem informasi untuk mengukur pemrosesan data, kegiatan bisnis sampai menjadi laporan serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak pengambil keputusan.

Sehingga, akuntansi dapat dimaknai sebagai alat untuk mengukur kinerja suatu bisnis dan mengelompokkan data transaksi keuangan.

6. Menurut Dr. M. Gede

Selain beberapa pendapat di atas, masih ada lagi pakar akuntansi Indonesia bernama M. Gede. Ia berpandangan bahwa akuntansi merupakan salah satu jenis ilmu terapan dan juga seni mencatat. Dimana di dalamnya terdapat proses analisa catatan dan pengolahan data secara terus menerus berdasarkan sistem dan aturan tertentu.

Tujuannya agar laporan keuangan tersebut tersusun dengan baik dan benar-benar dapat digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk pengambilan keputusan.

7. Menurut American Accounting Association (AAA)

AAA adalah sebuah lembaga di Amerika Serikat yang bergerak pada bidang riset, pengembangan dan pengajaran akuntansi. Menurut lembaga ini, akuntansi merupakan sebuah proses pengukuran, identifikasi dan pelaporan ekonomi. Dimana, di dalamnya terdapat keputusan yang jelas dan tegas serta penilaian untuk penggunanya.

Dengan demikian, akuntansi memiliki fungsi sebagai alat untuk menganalisa data ataupun transaksi keuangan yang sangat penting untuk penggunanya.

8. Menurut Arnold

Pengertian akuntansi menurut Arnold adalah sebuah sistem yang menyediakan informasi kepada khalayak umum untuk mengambil sebuah keputusan. Khususnya kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pengambilan serta penerapan keputusan tersebut.

9. Menurut Mulyadi

Di dalam buku akuntansi Mulyadi, ia mendefinisikan akuntansi sebagai sebuah organisasi formulir, laporan serta catatan keuangan yang dikonsep sedemikian rupa. Sehingga, informasi keuangan yang dibutuhkan dapat mempermudah pengelolaan perusahaan.

10. Menurut Paul Grady

Pengertian Akuntansi

Beliau berpandangan bahwa akuntansi merupakan tubuh dari pengetahuan yang bermanfaat secara sistematis, original baik di dalam memproses, autentik, mencatat, mengklarifikasi, membuat rangkuman, menginterpretasi serta menganalisa keseluruhan transaksi keuangan dalam sebuah perusahaan.

11. Menurut Littleton

Adapun pengertian akuntansi menurut Littleton adalah proses pelaksanaan perhitungan secara periodik di antara biaya yang dikeluarkan dan hasil yang didapatkan. Biaya bagi Littleton adalah sebuah usaha. Sementara hasil menjadi suatu prestasi. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa akuntansi mencakup perhitungan komparasi atas biaya dan hasil usaha.

Pengertian akuntansi menurut para ahli terbilang beragam. Namun, sebagian besar memiliki inti yang sama. Sehingga, laporan keuangan sebuah perusahaan semakin jelas dan tertata. Dengan pengelolaan keuangan yang baik juga bisa membentuk mental kaya dalam diri kita.

Berbagai Macam Contoh Riba

Contoh Riba

Contoh Riba

Banyak orang sudah pasti pernah mendengar istilah riba. Sebagian besar juga mengerti bahwa hal tersebut merupakan segala bentuk bunga. Namun, masih tinggi pula masyarakat yang tetap berhubungan dengannya, karena kurangnya pengetahuan. Jangan sampai riba menjadi perkara yang menjerumuskan kita ke dalam api neraka.

Contoh Riba

Contoh riba dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang masih dijalankan meski terkesan sepele. Seperti:

Jual-Beli Barang

Contoh riba yang pertama ini adalah biasa terjadi ketika transaksi jual-beli. Manusia tidak akan bisa menghindari hubungan ini, karena salah satu usaha pemenuhan kebutuhan solusi penyelesaiannya dengan menjual atau membeli.

Namun, banyak pula para penjual di pasar misalnya, dagangan daging, telur, ayam yang tolak ukurnya yaitu timbangan. Tetapi mereka malah mengurangi jumlah beratnya itu bermaksud untuk menipu pembeli serta mencari keuntungan lebih banyak dari standar biasanya.

Dalam hadits pun disebutkan bawa emas, perak, gandum dan bahan makanan lainnya haruslah ditukar dengan jumlah dan kualitas setara. Contoh yang tidak boleh dilakukan seperti menukar 10 gram emas 20 karat dengan 11 gram emas namun hanya 19 karat, sehingga tetap tidak seimbang.

Rentenir Hutang

Sebagian besar orang pasti sudah tahu bahwa rentenir merupakan orang yang menyediakan pinjaman. Namun, ternyata bukan sekedar hal biasa karena mereka meminjamkan uang dengan sistem melebihkan saat pengembalian.

Seperti sepakat meminjamkan Rp.10.000.000,- kepada orang yang membutuhkan, kemudian meminta pengembalian menjadi Rp.11.000.000,-tanpa dipaparkan uang lebih itu digunakan untuk apa. Keadaan seperti ini sangatlah merugikan peminjam dan justru akan menguntungkan pihak rentenir.

Leasing Bank

Jika Anda pernah membeli motor baru dengan sistem cicilan, akan selalu ada resiko bila pembayaran terlambat diberikan. Selain jumlah cicilan kekurangan, akan ada biaya tambahan yang diminta dengan ancaman kendaraan tidak dapat diambil lagi.

Misalnya saja, tiba-tiba kendaraan ditarik oleh pihak leasing secara paksa, namun tidak tahu dibawa kemana. Jika Anda ingin melunasi cicilan yang kurang, tetap harus membayar lagi sebab kendaraan sudah berada di tangannya.

Kartu Kredit

Di zaman modern seperti ini, penggunaan kartu kredit memanglah enak, karena seseorang dapat belanja atau menggunakan keuangan tanpa memiliki saldo terlebih dahulu. Tetapi, ketika tanggal jatuh tempo tidak bisa menyelesaikan pembayaran sesuai tagihan akan dikenakan bunga tambahan.

Bunga yang dikenakan sangat beragam tergantung dari jumlah tunggakan. Sistem seperti ini sudah diterapkan pada zaman dahulu sebelum muncul kartu kredit. Yaitu sistem meminjam dengan bunga tambahan yang baru akan diberikan ketika tanggal jatuh tempo tetapi tidak mampu diselesaikan.

Pembelian Online

Selanjutnya yaitu, pembelian secara online seperti situs jual-beli di internet. Ketika pembeli dan penjual belum bertemu secara langsung, harga barang contohnya mobil hanya diberikan kisaran bisa membayar lunas Rp.80.000.000,-, namun ketika dibayar dengan cicilan menjadi Rp.85.000.000,-.

Kesepakatan itu tidak diputuskan hingga bertemu antara penjual dan pembeli. Sehingga, bila terjadi pertemuan nanti, bisa jadi merugikan salah satu pihak terutama konsumen jika lokasinya jauh kemudian harga yang disertakan ternyata belum disepakati.

Bunga Bank

Salah satu tempat penyimpanan uang paling aman saat ini yaitu bank, namun memang bunga-bunga yang ada di dalamnya termasuk riba. Contohnya saja ketika Anda menyetorkan sejumlah uang, akan untung berupa bunga karena isinya akan selalu bertambah meski jumlah rupiahnya tidak banyak.

Namun, pihak peminjam akan dirugikan karena semakin banyak jumlah yang dipinjam, bunga harus dibayar lebih banyak dan besar. Sehingga pemutaran uangnya juga kurang sehat.

Uang Inden

Contoh riba berikutnya jika Anda pernah mencicil motor atau mobil dan sejenis kendaraan lainnya, pasti pernah mengerti istilah inden. Yaitu kondisi dimana pembeli harus menunggu waktu tertentu setelah membayarkan uang muka untuk menunggu barang datang.

Namun, inden juga bisa berupa emas atau hal lainnya, merugikan bila menukarkan 24 karat emas dengan jumlah dan barang yang sama tetapi baru diberikan 1 bulan kemudian. Padahal, harga emas selalu berubah-ubah sewaktu-waktu tidak bisa dipastikan.

Utang-Piutang

Contoh berhutang yang tidak sehat yaitu, ketika seseorang menjanjikan meminjami uang sejumlah 10 juta dengan masa pengembalian 2 bulan. Namun, syaratnya harus menambahkan bunga sebesar 6%. Bunga inilah yang disebut riba dan haram untuk dimakan atau difungsikan kepentingan apapun.

Hal semacam ini sering terjadi, bahkan di beberapa perkumpulan masyarakat. Jadi, jauhilah dan jangan ikut melakukannya.

Cicilan

Contoh riba selanjutnya adalah dengan cicilan. Para ibu biasanya di rumah biasanya mengikuti arisan panci atau peralatan rumah tangga lainnya. Banyak juga yang ikut cicilan membeli tepak misalnya seharga Rp.230.000,-. Namun, dengan sistem cicilan yang ditawarkan dengan jumlah tertentu. Contohnya saja 6 kali.

Harga tepak menjadi naik yaitu cicilan sejumlah Rp.40.000,- setiap pembayarannya. Sehingga bila dikalkulasikan total akan menjadi Rp.270.000,-. Kelebihan ini disebut riba dan tidak boleh dilakukan atau diterapkan.

Pegadaian

Tempat untuk menggadaikan BPKB, emas, surat-surat berharga hingga sertifikat tanah pun ada sistem bunga yang merugikan. Bila Anda menyetorkan pada pegadaian, akan dikenakan biaya administrasi serta bunga pegadaian saat proses pengambilan atau penebusan barang.

KPR

Contoh riba selanjutnya adalah KPR. Untuk mendapatkan rumah impian, salah satu caranya yaitu menggunakan kredit kepemilikan rumah. Anda harus mengangsur sesuai dengan harga rumah beserta bunga dan biaya administrasi lainnya. Bila telat pembayaran akan dikenakan sanksi yaitu penyitaan rumah hunian.

Sekarang sudah tidak ada alasan siapapun untuk tidak menghindari riba. Karena contoh riba yang dipaparkan di atas seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Karena dampak negatifnya sangat terasa bagi siapapun yang terlibat akan dirugikan dan tidak saling memberi manfaat.

Ketahui Perbedaan Akuntansi Syariah dan Konvensional Sebelum Menggunakannya

Perbedaan Akuntansi Syariah dan Konvensional

Perbedaan Akuntansi Syariah dan Konvensional

Keberagaman Indonesia berpengaruh pada berbagai macam aspek, salah satunya yaitu akuntansi. Dalam perhitungannya, terdapat beberapa perbedaan akuntansi syariah dan konvensional. Namun, pada intinya tetap sama untuk menemukan besaran nilai yang dicari.

Perbedaan Akuntansi Syariah dan Akuntansi Konvensional

Dalam menjabarkan kedua sistem tersebut, akan mengetahui apa saja perbedaan yang dimiliki. Sehingga, bisa menyesuaikan sistem untuk menentukan nominal tertentu. Berikut penjabarannya:

1. Modal

Dalam akuntansi syariah, modal berlandaskan nilai tukar yang berlaku. Ini sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam. Dimana tidak akan menyertakan riba di dalamnya. Selain itu, juga untuk melindungi kemampuan produksi di masa yang akan datang dalam keberlangsungan perusahaan.

Sedangkan dalam sistem konvesional, terkadang terjadi beberapa perbedaan dalam menentukan harga untuk melindungi modal pokok perusahaan (capital). Namun, hasil yang didapat sama dan sesuai dengan realitanya.

2. Aset

Untuk metode Islami, jenis aset utama dibagi menjadi dua bagian yaitu, uang (cash) dan harta berupa barang (stock). Sehingga, keduanya tidak akan tercampur. Akan tetapi, memiliki nilai yang bisa dijumlahkan sesuai dengan nominal jual.

Di dalam model konvensional juga dibagi dalam 2 bagian, yakni aset tetap (aktiva tetap) dan aset yang beredar (aktiva lancar). Kedua bagian ini juga memiliki nilai jual sesuai keadaan pasar. Semakin banyak aset, bisa dikatakan perusahaan lebih sehat.

Ketentuan Lain pada Asuransi Syariah

Prinsip Akuntansi Syariah

Beberapa hal lain terkait akuntansi syariah yaitu:

1. Mata Uang

Selain menggunakan mata uang Rupiah, juga bisa memakai mata uang lainnya. Seperti emas, perak, logam mulia dan sebagainya. Namun, hal tersebut hanya untuk perantara sebagai pengukur dan penentu sumber pada barang aslinya.

2. Harga Terkini

Tidak ada sistem harga lama. Namun, penentuan nilai/harga berdasarkan nilai tukar yang berlaku saat ini. Dengan begitu, beberapa orang akan sulit untuk memprediksi nilai barangnya dalam jangka panjang. Akan tetapi, ini lebih menguntungkan untuk beberapa pemilik bisnis.

3. Laba

Laba yang didapat akan dikelompokan sesuai dengan ketentuan masing-masing. Baik itu, laba dari aktivitas pokok dan laba yang berasal dari modal (capital) dengan keuntungan berasal dari transaksi. Selain itu, juga membentuk cadangan saat terjadi kemungkinan bahaya dan risiko di kemudian hari.

4. Ketentuan Lainnya

Beberapa ketentuan lain seperti:

  • Setiap transaksi harus dijelaskan sumber pendapatannya.
  • Menghindari sumber pendapatan yang tidak halal, serta menyalurkan usaha ke tempat yang telah ditentukan oleh beberapa ulama (MUI) sesuai dengan ketentuan syariat islam.
  • Tidak menerima (menghindari) laba dari sumber yang kurang terpercaya, ini dikhawatirkan menimbulkan perdebatan antara haram dan halalnya.
  • Tidak boleh membagi laba yang diperoleh sebelum semua terkumpul dengan jelas asal usulnya. Sebab, dikhawatirkan ada beberapa pembayaran yang belum tertuliskan.

Prinsip-prinsip Akuntasi Syariah

Berikut beberapa prinsip akuntansi syariah yang bisa Anda ketahui:

1. Prinsip Pertanggungjawaban (Accountability)

Dalam prinsip pertanggungjawaban terdapat dua hal penting, yaitu akuntabilitas dan pelaporan. Dalam hal akuntabilitas, semua memfokuskan pada ketentuan ajaran agama Islam. Sedangkan untuk pelaporan, adalah bentuk rasa tanggung jawab kepada sesama dan juga kepada Allah SWT.

2. Prinsip Keadilan

Perbedaan akuntansi syariah dan konvensional berikutnya yaitu, semua yang terlibat dalam aktivitas ekonomi seperti akuntan, auditor, pemilik, manajer dan pemerintah sebagai bentuk sarana ibadah. Ini karena, untuk menjalankan perintah ekonomi sesuai dengan panduan ajaran agama Islam.

3. Prinsip Kebenaran

Semua hal yang terkait dengan keuangan harus dibukukan secara benar dan tidak boleh ditambah ataupun dikurangi. Langkah ini dilandaskan dengan kebenaran akan menciptakan nilai keadilan dalam mengakui, mengukur serta melaporkan transaksi dalam perusahaan.

Prinsip-prinsip Akuntansi Konvensional

Setelah mengetahui prinsip pada akuntansi syariah, selanjutnya akan dibahas tentang jenis konvensional. Seperti:

1. Mengklarifikasi Transaksi

Membagi semua transaksi yang dilakukan supaya lebih mudah untuk dipahamai. Seperti penjualan, pembelian, pengeluaran kas, penerimaan kas dan lain sebagainya ke dalam masing-masing bagian. Ini semua dilakukan walaupun transaksi dengan nominal kecil sekalipun.

2. Mencatat dan Merangkum

Semua hal yang terkait dengan pengeluaran harus dicatat dengan rapi dan maksimal, baik itu bon, bill, nota, struk, sertifikat dan lain sebagainya. Dan juga, harus dibukukan melalui jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas dan jurnal umum.

3. Menginterpretasikan dan Melaporkan

Dengan menjalankan prinsip ini, pelaku bisa membuat laporan keuangan dengan baik dan benar. Bentuknya antara lain, laporan rugi laba, laporan modal dan neraca. Dengan begitu, akan lebih mudah dalam mengambil beberapa keputusan kedepannya.

Ketentuan Lain pada Konvensional

Beberapa di antaranya:

1. Menggunakan teori pencadangan dan juga ketelitian untuk menanggung semua kerugian dalam perhitungan.

2. Mengenyampingkan laba yang bersifat mungkin.

3. Menerapkan praktik prinsip laba universal (menyeluruh), meliputi laba dagang dan modal pokok.

4. Laba (keuntungan) tercipta hanya saat terjadi transaksi jual beli saja.

Persamaan Akuntansi Syariah dengan Akuntansi Konvensional

Adapun kesamaan antara kedua sistem ini yaitu:

1. Pemisahan jaminan keuangan dengan unit ekonomi yang dimiliki.

2. Metode pendahunan (hauliyah) dengan periode waktu atau tahun pembukuan keuangan. Baik itu pembukaan pembukuan sampai dengan penutupnya.

3. Pembukuan langsung dengan pencatatan bertanggal, ini untuk mengetahui transaksi yang telah berlangsung.

4. Kesaksian dalam pembukuan untuk penentuan barang (tansparansi).

5. Perbandingan (muqabalah) dengan income dengan biaya pengeluaran.

6. Kontinuitas (istimrariah) guna kesinambungan perusahaan dalam jangka panjang.

7. Keterangan (idhah) untuk penjelasan atau pemberitahuan.

Perbedaan akuntansi syariah dan konvensional memang tidaklah begitu mencolok. Hanya saja, keduanya menggunakan sistem berbeda dengan tujuan yang sama. Yaitu, untuk melihat alur dari perencanaan keuangan dalam periode tertentu.