Faktor yang Membuat Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar

Setiap manusia pasti mempunyai dosa, baik laki-laki maupun perempuan. Dosa seperti yang kita ketahui ada dosa besar (kabir) dan dosa kecil (Shaghair). Baik dosa besar maupun dosa kecil sama-sama melanggar perintah Allah jadi kita harus tetap menghindarinya.

Faktor yang Membuat Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar

Kaum muda sebaiknya tidak menganggap remeh dosa kecil, dosa kecil juga dapat menjadi dosa besar jika dipengaruhi beberapa faktor tertentu. Berikut beberapa faktor yang membuat dosa kecil menjadi dosa besar:

Melakukan Dosa Kecil Secara Terus-menerus

Walaupun dosa yang dilakukan termasuk dosa kecil namun jika terus-terusan dilakukan maka akan menimbun dosa yang semakin banyak setiap saat melakukannya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh dari kerasnya jiwa seseorang. Bisa juga terdapat bercak yang terdapat di dalam hati.

Maka ada qaul yang berkata: “Taka da dosa kecil jika dilakukan terus-menerus dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar.” Perkataan ini dinisbatkan kepada Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu berdasarkan atsar yang menguatkan antara satu dengan yang lain (ithaf as-sadah al-muttaqin 10/687).

Menganggap Remeh Suatu Dosa

Banyak orang yang kini mulai meremehkan dosa-dosa tertentu. Misalnya para perempuan yang tidak mengenakkan hijab dan menganggap remeh dosa akan terlihatnya aurat tersebut.

Rasulullah saw pernah bersabda: “Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika dikumpulkan dalam diri seseorang maka dapat membinasakannya.” (HR Ahmad dan Thabrani dalam Al Awsath). Kedua riwayat tersebut shahih seluruhnya kecuali Imran bin Dawir Al Qaththan namun ia dapat untuk dipercaya, begitu menurut Imam Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawid 10/192.

Namun tetap saja walaupun dianggap remeh setiap dosa harus tetap ditegaskan. Karena jika tidak maka rasa penyesalan akan dosa tersebut tidak akan muncul. Hal ini dapat membuat pelaku dosa terus melakukan dosa yang sama. Dan lebih berbahaya lagi jika orang-orang di sekitarnya menirukan hal serupa.

Menganggap remeh suatu dosa juga dapat membuat seseorang menganggap remeh pula dosa-dosa yang lain dan pada akhirnya bisa menjerumuskan pada api neraka. Naudzubillah!.

Merasa Senang dan Bangga Terhadap Dosa yang Dilakukan

Faktor yang membuat dosa kecil menjadi dosa besar berikutnya adalah merasa bangga melakukan dosa. Orang-orang yang merasa bangga atas perbuatan dosanya sudah ada sejak dahulu. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menjadi penyakit hati yang sulit untuk dihilangkan. Misalnya saat seseorang memiliki musuh dan berusaha bersaing dan mencelakakan musuhnya.

Saat musuhnya celaka dan terkena musibah justru merasa senang dan bukannya membantu malah menghina dan membanggakan diri sendiri. Hal ini marak dilakukan oleh banyak orang yang bersaing secara tidak sehat dengan orang lain yang dianggap menyaingi usaha atau bisnis miliknya.

Perbuatan lain yang biasanya justru dibanggakan padahal berdosa yang lain cukup banyak seperti; berpacaran, membuka aurat hanya untuk gaya, dan masih banyak lagi. Cukup sulit untuk menghindari perbuatan-perbuatan dosa yang sudah terbiasa untuk dilakukan. Padahal baik sering dilakukan atau tidak yang namanya dosa tetap dosa dan tetap sesuatu yang dilarang Allah SWT.

Suatu dosa yang sudah menjadi kebiasaan sangat berbahaya. Karena dapat menyeret pelakunya menuju perbuatan-perbuatan lain yang juga menimbulkan dosa. Jika yang berbuat dosa tersebut seorang pengajar atau seorang orang tua yang memiliki anak-anak maka dikhawatirkan anak-anak akan meniru perbuatan-perbuatan dosa yang dilakukan oleh orang tua atau guru mereka di sekolah.

Meremehkan Suatu Dosa Karena Kesantunan Allah SWT

Orang yang meremehkan suatu perbuatan dosa karena adanya kesantunan dari Allah SWT yang dapat menutupi dosanya sangat salah untuk dilakukan. Hal ini dapat membuat banyak orang sengaja berbuat dosa karena harapan pengampunan dari Allah setelah melakukannya.

Jadi bukanya memperbaiki diri, akan banyak orang yang sengaja berbuat dosa dan dengan percaya dirinya mengajak orang-orang di sekitarnya untuk melakukan hal serupa. Hal ini bisa menjadi faktor yang membuat dosa kecil menjadi dosa besar.

Contohnya seorang gadis yang memiliki pacar, ia merasa bangga akan pacar yang ia miliki dan berusaha mempengaruhi orang-orang di sekitarnya untuk melakukan hal serupa dengan iming-iming mempersiapkan diri untuk menikah jadi saat menikah bisa bertaubat dan berharap dosanya akan hilang dengan mudah. Hal itu salah besar, kebanyakan orang terutama anak muda sangat mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan seperti contoh tersebut.

Menceritakan Dosa yang Ditutupi Allah

Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar

Faktor yang membuat dosa kecil menjadi dosa besar berikutnya adalah menceritakan dosa yang diperbuatnya. Dosa kecil sekalipun akan menjadi berlipat ganda jika diceritakan kepada orang lain. Karena dapat membuat orang-orang yang mendengarnya tergugah untuk melakukan suatu hal yang sama. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam telah bersabda: “Seluruh umatku dapat dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam dosanya (al mujahirun), termasuk terang-terangan dalam dosanya ialah seorang hamba yang melakukan dosa di malam hari kemudian Allah menutupinya ketika pagi, namun ia berkata: “Wahai fulan aku tadi malam telah melakukan perbuatan begini dan begini!”(HR Muslim, kitabuz zuhd)

Jika Pelakunya Orang Alim yang Menjadi Panutan Banyak Orang

Apabila pelaku dosa melakukan dosa dengan sengaja dengan berlaku sombong atau bisa juga dengan mempertentangkan antara satu nash dengan nash yang lain hanya untuk membenarkan apa yang sebenarnya Allah larang adalah hal yang membuat dosa terkecil menjadi dosa yang sangat besar. Apalagi hal ini dilakukan bukan untuk kebaikan tapi hanya untuk menutupi dosa yang ia lakukan sendiri.

Demikian beberapa faktor yang membuat dosa kecil menjadi dosa besar. Ada baiknya kita memperhatikan setiap hal yang kita lakukan jangan sampai kita berbuat dosa tanpa kita sadari dan membuat kita sulit untuk bertaubat. Bertaubat adalah jalan terbaik untuk kembali pada Allah dari segala dosa yang telah kita lakukan. Taubat yang sesungguhnya mampu membentuk mental kaya dalam diri, karena kita hanya berharap pada Allah. Dan Allah pemilik langit dan bumi.

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *