Cara Jitu Sukses dalam Sebuah Usaha

Meraih kesuksesan dalam sebuah usaha adalah keinginan semua orang. Namun, untuk memperolehnya bukanlah perkara mudah. Kesuksesan tidak bisa diraih hanya dalam waktu semalam. untuk mendapatkannya ukhti dan akhi haruslah berusaha dengan giat. Bukan hanya itu saja ukhti dan akhi juga harus melakukan hal lainnya.

Cara Jitu Sukses dalam Sebuah Usaha

Apakah ukhti dan akhi tahu apa yang dimaksud dengan hal lainnya? jika belum, ukhti dan akhi jangan khawatir karena artikel ini akan membahas cara jitu sukses dalam sebuah usaha. Cara jitu sukses dalam sebuah usaha yaitu :

1. Menjual barang berkualitas bagus

Jika ukhti dan akhi ingin sukses dalam sebuah usaha, hendaklah ukhti dan akhi selalu menjual barang yang memiliki kualitas yang bagus. Dengan menjual barang dengan kualitas yang bagus, ukhti dan akhi akan membuat pembeli puas dan kembali lagi untuk membeli barang yang ukhti dan akhi jual.

Menjual barang dengan kualitas buruk akan merugikan pembeli dan mendatangkan dosa bagi ukhti dan akhi. Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk menjual barang dengan kualitas yang baik.

2. Mengambil keuntungan dengan wajar

Ukhti dan akhi pasti pernah jumpai pedagang atau pebisnis yang menjual barangnya dengan harga jauh lebih mahal dari harga aslinya. Mereka berusaha mengambil laba setinggi mungkin tanpa memikirkan kondisi konsumen. Taktik seperti ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Sebaliknya, kita harus mengambil keuntungan sewajarnya. Tujuan Nabi berdagang bukan semata-mata mengejar keuntungan duniawi saja. Tapi juga mencari keberkahan dari Allah SWT. Karena keberkahan adalah salah satu cara melancarkan rezeki membuat hati menjadi tenang.

3. Tidak Memberikan Janji (sumpah) berlebihan

Saat berdagang atau melakukan jual bel sebaiknya ukhti dan akhi jangan memberikan janji atau sumpah-sumpah berlebihan. Karena ukhti dan akhi tidak tahu apa yang akan terjadi, semua hal dapat berubah atas izin Allah SWT. Maka dari itu, janganlah ukhti dan akhi mengklaim barang ini super bagus, awet dan sejenisnya kepada konsumen atau pembeli karena sumpah itu tidak baik. Apalagi sampai bersumpah palsu, jelas perkataan tersebut termasuk dusta dan dibenci oleh Allah Ta’ala.

4. Saling menguntungkan kedua belah pihak

Ukhti dan akhi bisa meniru cara berdagang Rasulullah SAW yaitu dengan mengutamakan prinsip saling menguntungkan serta suka sama suka antar pembeli dan penjual. Tidak ada yang ditutup-tutupi dari barang dagangannya.

5. Tidak melupakan ibadah

Tidak melupakan ibadah adalah kunci utama keberhasilan Rasullah SAW dalam melakukan perdagangan. Semua rezeki yang ukhti dan akhi peroleh datangnya dari Allah SWT, jadi ukhti dan akhi jangan pernah melupakan kewajiban untuk beribadah kepada Allah SWT.

Jika Allah meridhai usaha ukhti dan akhi akan maju tetapi sebaliknya jika ukhti dan akhi lalai atau melupakan ibadah Alah SWT bisa dengan mudah membuat bisnis ukhti dan akhi bangkrut.

6. Menjual barang miliknya sendiri

Sekarang ini sistem penjualan sangat beragam. ukhti dan akhi pasti pernah bahkan sering mendengar sistem penjualan barang dengan dropshipping, bukan? Dimana ukhti dan akhi menjual suatu produk kepada buyer (konsumen) tanpa membelinya produk tersebut terlebih dahulu.

Ukhti dan akhi cukup memasang foto-foto produk itu di media sosial. Nantinya jika ada pembeli yang memesan, bisa langsung menghubungi. Lalu ukhti dan akhi akan mengirim barang tersebut secara langsung ke alamat pemesan dengan atas nama toko ukhti dan akhi.

Jual beli dengan metode dropshipping tentunya cukup berisiko. Sebab kita (selaku penjual) tidak mengetahui kondisi barangnya secara langsung. Hanya lewat foto. Bagaimana jika nantinya buyer menerima barang yang cacat? Atau mungkin proses pengirimannya lama? Hal ini tentu mengecewakan si pembeli. Maka itu, Rasulullah SAW menyarankan agar kita tidak menjual barang yang bukan milik kita. Sebab itu bisa merugikan pihak lain.

7. Tidak melakukan penipuan

Hal yang harus ukhti dan akhi lakukan dalam berbisnis adalah tidak melakukan penipuan. Perlu ukhti dan akhi ketahui bahwa tindakan menipu pembeli, sekecil apapun dan dalam bentuk apa saja itu tentu dilarang oleh agama.

8. Tidak menimbun barang

Ukhti dan akhi dilarang untuk menimbun barang. Ketahuilah bahwa menimbun barang adalah perbuatan dzalim ukhti dan akhi.

Pertama, aktivitas ini menyebabkan terganggunya mekanisme jual-beli di pasar.  Kemudian, dengan sengaja menyimpan barang dan mengeluarkannya sangat permintaan konsumen melonjak. Sehingga ia bisa menaikkan harganya. Ini tentu tidak diperbolehkan dalam Islam. Sebab sama saja dengan mencari keuntungan untuk diri sendiri.

Dan terakhir, barang yang telah ditimbun dalam waktu lama itu biasanya kualitasnya menurun. Entah itu rusak, cacat atau habis masa kadaluarsanya.

9. Diniatkan karena Allah SWT (Lillahi Ta’ala)

Ukhti dan akhi harus meniatkan segala hal yang akan dilakukan termasuk dalam berdagang atau berbisnis karena Allah SWT. Ukhti dan akhi bisa meniru Rasulullah SAW. Jadi ukhti dan akhi, dasar utama Rasulullah SAW berdagang yakni atas niat karena Allah SWT dan bukan untuk memupuk harta, mencari keuntungan sebanyak-banyaknya ataupun untuk memikat wanita.

Jika ukhti dan akhi ingin sukses seperti Rasullah SAW, maka niatkanlah bisnis ukhti dan akhi karena Allah SWT. Ketika kita menggantungkan segalanya pada Allah, sikap tersebut akan membentuk mental kaya dalam diri. Itulah cara jitu sukses dalam sebuah usaha yang wajib untuk diketahui oleh ukhti dan akhi saat akan berbisnis.

Jadi, jika ukhti dan akhi ingin sukses dalam usaha ukhti dan akhi maka terapkanlah cara jitu sukses dalam sebuah usaha yang ada di atas.

 

Similar Posts

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *