10+ Macam-macam Prinsip Akuntansi Syariah

Prinsip Akuntansi Syariah

Akuntansi syariah digunakan sebagai alat untuk melaksanakan berbagai kepentingan menyangkut laporan keuangan, perhitungan laba serta menjalin kerjasama dan selalu berpegang teguh pada ajaran agama Islam.

Prinsip Akuntansi Syariah

Dalam menjalankannya, ada beberapa prinsip akuntansi syariah yang memiliki landasan hukum untuk umat muslim, berikut di antaranya:

Pengungkapan Penuh

Prinsip akuntansi syariah ini berfungsi untuk mengungkap dan memaparkan hal penting agar laporan jelas serta tidak mencantumkan kebohongan ataupun memberi informasi salah. Tidak ada data-data yang dimanipulasi atau ditutup-tutupi. Prinsip ini bersandarkan pada surat Al-Baqarah ayat 282.

Konsisten

Dalam sebuah perusahaan akuntansi syariah, selalu memiliki prosedur untuk mengatur jalannya usaha sebagaimana rencana dan tujuan yang diharapkan. Kemudian prosedur pelaksanaan haruslah sesuai dengan kesepakatan awal, sehingga dilakukan secara konstan dari waktu ke waktu.

Dasar Akrual

prinsip akuntansi syariah ini mengakui kas tepat pada saat terjadinya proses pelaporan keuangan. Seperti contoh, ada salah satu pegawai membutuhkan uang untuk membeli peralatan perusahaan yang rusak hari ini. Namun, barang yang dibeli haruslah membayar terlebih dahulu kemudian diberikan keesokan harinya.

Dalam akuntansi syariah Pencatatan uang itu haruslah masuk alur kas pada hari ini sesuai dengan keluarnya, meskipun barang pembelian atau bukti dari pengeluaran uang itu baru diterima keesokan harinya.

Nilai Tukar

Macam-macam Prinsip Akuntansi Syariah

Mengenai hutang, modal, laba, harta dan juga segala unsur lain dalam laporan keuangan harus menggunakan nilai tukar yang sednag berlaku di pasaran.

Seperti contoh pencatatan pengeluaran sebuah laptop 2 bulan lalu seharga 2 juta rupiah, namun saat ini harganya sudah naik menjadi 4 juta rupiah per unit. Dalam akuntansi syariah, harga yang dicatat dan dimasukkan dalam laporan tetaplah pada 2 bulan lalu yaitu 2 juta rupiah. Dengan menggunakan nilai tukar yang sama, prinsip akuntansi syariah memberi kemudahan dan kenyamanan dalam bertansaki.

Perbandingan

prinsip akuntansi syariah ini menetapkan bahwa beban harus diakui hanyalah pada periode yang sama dengan pendapatan. Dalam kalimat lain beban keluar bersamaan dengan pemasukan atau pendapatan yang diperoleh.

Pertanggung Jawaban

Sebab ilmu akuntansi syariah bersandar pada hukum-hukum dalam Islam, maka mengharuskan adanya sifat dan sikap bertanggungjawab terhadap segala tugas dan kepentingan yang dikerjakan.

Termasuk segala transaksi nyata antara pebisnis dengan klien, melalui laporan keungan atau laporan akuntansi yang dibuat oleh akuntan. Prinsip akuntansi syariah yang berdasar tanggung jawab akan selalu memeberikan kepuasan bagi dua belah pihak.

Keadilan

Keadilan dalam prinsip akuntansi syariah memiliki 2 makna. Hal pertama yaitu, berkaitan moral, seperti kejujuran sangat dijunjung tinggi sebab faktor yang begitu dominan. Tanpa kejujuran, informasi dilampirkan dalam laporan keuangan hanya akan menyedikan data bohong dan manipulasi.

Keadilan juga bersifat fundamental, dimana menghormati etika dan moral yang sedang berlaku di masyarakat tanpa berlawanan dengan hukum dan ilmu-ilmu kebenaran Islam. prinsip akuntansi syariah ini mengupayakan sistem akuntansi modern menjadi akuntansi alternatif jauh lebih baik lagi. Kejujuran dan keadilan juga merupakan perwujudan mental kaya yang menjadikan diri selalu bersyukur.

Kebenaran

Kebenaran di sini mengusahakan untuk terciptanya keadilan dalam mengakui, melaporkan, juga mengukur segala transaksi di bidang ekonomi. Sehingga, tidak ada laporan atau ukuran disertakan dari pendapat saja tanpa adanya observasi atau penelitian yang memang benar ada.

Pengukuran banyak sekali ragamnya, termasuk kekayaan, utang, biaya keluar, pendapatan masuk, laba dari bisnis perusahaan yang harus diukur secara adil dan benar oleh seorang akuntan syariah. Kemudian menyusun berdasarkan bukti sesungguhnya dalam sebuah organisasi atau lembaga tujuan.

Legitimasi Muamalat

Pandangan prinsip akuntansi syariah ini sangat luas, wajib bagi orang-orang yang melakukan kegiatan akuntansi untuk menolak segala penyajian informasi keuangan (bila masih ada rasa ragu untuk menyempurnakan dan memaksimalkan transaksi tidak sah berdasarkan syariat).

Namun, jika seorang akuntan terpaksa harus memberikan informasi tidak sesuai atau melawan kaidah-kaidah Islam, tetap diperbolehkan namun wajib menyertakan isyarat atau tanda pada tafsiran yang dibuat tersebut.

Selain dalam hal laporan, legitimasi muamalat juga mengatur para pihak terlibat, terdiri dari pengusaha, pemilik atau pemegang saham serta orang-orang lain yang juga memiliki kepentingan terkait.

Syakshiyyah I’tibariyyah

Kegiatan investasi dari pribadi yang memberikan pendanaan terhadap kegiatan investasi memiliki beberapa pembeda. Ada dua permasalahan berpengaruh langsung, yaitu berkaitan harta diinvestasikan dengan kebutuhan pribadi kemudian. Kedua berhubungan hak dan kewajiban para pemilik.

Kontinuitas

Keberadaan prinsip akuntansi syariah ini dapat memberikan pandangan, bahwa sebuah perusahaan akan selalu menjalankan kepentingan dan kegiatannya hingga waktu tidak diketahui. Kecuali ada indikasi yang mengarah berdasarkan pendefinisian terhadap prinsip akuntansi syariah ini.

Umur perusahaan tidaklah bergantung dari umur para pekerja dan pemiliknya. Segala tindakan manajemen internal maupun eksternal mulai dari pendanaan hingga pengukuran hasil akhir menentukan hak-hak dan kewajiban. Serta selalu memperhatikan kondisi pasar.

Muqalabah

Prinsip akuntansi syariah selanjutnya adalah muqalabah. Seperti sebuah cermin, berfungsi memantulkan cahaya dari dua sisi sekaligus hasil dari hubungan tersbeut dari segi lain. Karena prinsip ini meyakini setiap sesuatu terjadi, dikarenakan pengaruh dari sesuatu lainnya yang terlebih dahulu ada. Dan selanjutnya kedua kegiatan itu dikaitkan.

Concern

Keberlangsungan usaha sangat bergantung pada persetujuan kontrak tiap-tiap kelompok yang terlibat dalam aktivitas bagi hasil. Sehingga, tidak ada keputusan diambil secara sepihak tanpa dimusyawarahkan bersama, kemudian berujung merugikan salah satu atau beberapa orang.

Penyingkapan Penuh

Dalam prinsip akuntansi syariah , tidak ada hal apapun yang ditutupi, akan tetapi mementingkan keadilan bagi seluruh kepentingan. Terutama berfokus pada keimanan terhadap Allah. Namun, semua itu harus mencangkup hak dan kewajiban kepada Allah, masyarakat dan individu.

Dalam menjalankan kepentingan serta tujuan suatu perusahaan Islami, memiliki prinsip akuntansi syariah merupakan langkah wajib sebagai pedoman perilaku agar tidak menyimpang dari ajaran Islam. Dengan begitu, keuntungan yang di dapat juga menjadi rezeki yang barokah dan bermanfaat kedepannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *