Hijab merupakan pakaian yang menutupi aurat wanita sebagai penghalang yang menutupi sesuatu yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Penghalang bisa jadi tembok, tirai, atau pintu jika berada dirumah. Dan jilbab merupakan bagian dari hijab karena menutupi aurat. Jilbab sudah pasti hijab. Tapi hijab belum tentu jilbab.

Kriteria Menggunakan Jilbab yang Sesuai Ajaran Agama Islam

Berjilbab juga ada aturannya jadi uhty, sebagai perempuan muslim harus mematuhi aturan agama Islam. Berikut 7 kriteria menggunakan Jilbab yang sesuai ajaran agama Islam:

1. Menutup Seluruh Tubuh Kecuali Muka 

Seperti yang kita ketahui bahwa aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Jadi jilbab yang digunakan harus yang tertutup. Bahkan banyak perempuan yang berhijrah memilih untuk menggunakan cadar untuk menutup sebagian mukanya. Hal ini untuk menghindari pandangan nakal laki-laki yang bukan mahramnya. 

Hijab yang menutup tubuh juga tidak boleh terlalu ringan jadi apabila ada angina yang berhembus hijab yang digunakan tidak menyingkap. Hal ini supaya aurat yang ditutupi tetap aman dan tidak terlihat.

2. Menutup Dada 

Semakin berkembangnya zaman banyak model jilbab yang tidak menutup dada tapi dianggap trendy. Padahal hal ini bertentangan dengan ajaran agama Islam yang menyuruh umat wanitanya berhijab menutupi dada sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Ahzab ayat 59 yang menyerukan seluruh wanita beriman menjulurkan jilbabnya menutupi dada. 

Jadi akan lebih baik jika kita menghindari tutorial jilbab yang menyingkap jilbab atau mengikat jilbab sehingga terlihat dadanya. Karena dada adalah bagian sensitive pada wanita kita harus menutupinya dengan baik.

Islam memang menyukai keindahan, tetapi bukan berarti keindahan yang bertentangan dengan syariat agama. Walaupun mungkin banyak tutorial hijab tanpa menutup dada yang indah dan terlihat modis bagi kaum hawa. Namun kita tetap harus berpegang teguh pada aturan agama dengan menjulurkan jilbab sampai menutupi dada.

3. Bagian Bawah Tidak Boleh Mengatung

Karena yang tidak termasuk aurat hanya wajah dan telapak tangan berarti kaki adalah aurat. Memakai kaus kaki memang harus dilakukan supaya kaki tidak terlihat. Bagian bawah gamis atau rok yang digunakan tidak boleh mengatung. Hadits: Ummu Salamah ra: “Ya Rasulullah, bagaimana perempuan dan kain-kain mereka yang sebelah bawah?” Rasulullah menjawabnya, sabdanya: “Hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal dan janganlah menambahkan lagi ke atasnya”. (HR. Imam tarmidzi dan Nasa’i)

4. Tidak Membentuk Lekuk Tubuh 

Jilbab yang digunakan hendaknya tidak terlalu ketat sehingga tidak Nampak lekukan dada dan bagian tubuh lainnya. Karena Allah SWT menciptakan wanita dengan wujud yang sangat indah, sampai lekuk tubuhnya sangat mempesona. Lekuk tubuh wanita dapat membuat laki-laki tergoda. Apalagi jika bagian tubuh wanita yang sensitif seperti pinggul dan dada. 

Sebagai seorang wanita muslimah kita harus menjaga kehormatan kita. Terutama menjaga aurat kita dari lawan jenis yang bukan mahram. Karena jilbab dan pakaian yang ketat membuat kita seperti orang yang berpakaian tapi telanjang.

5. Tidak Menampakkan Bagian Wajah 

Berjilbab yang baik tidak boleh menampakkan telinga walaupun hanya bagian kecil untuk menampakkan anting-anting. Berjilbab juga tidak boleh menampakkan bagian rambut tertentu hanya untuk gaya. Dalam ayat Alquran surat An Nur ayat 31 dijelaskan larangan untuk menapakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak daripadanya. Dengan penjelasan dalam ayat Alquran tersebut sudah jelas bahwa seorang wanita hendaknya menutupi bagian yang lain kecuali mukanya saja. Sehingga lebih terjaga dari larangan Allah SWT.

6. Tidak Berhias Dengan Berlebihan

Wanita sekarang kebanyakan terlalu menor dalam berhias sehingga lupa bahwa berhias yang berlebihan itu dilarang dalam ajaran agama Islam. Penggunaan aksesoris yang berlebihan juga tidak diperkenankan. Penggunaan aksesoris yang berlebihan dapat memancing adanya pencuri atau kecemburuan sosial dari orang-orang yang melihatnya.

Make up yang berlebihan sehingga terlihat sangat cantik wajahnya juga tidak diperkenankan karena dapat menimbulkan hawa nafsu pada lawan jenis yang bukan mahramnya. Jadi lebih baik menggunakan semuanya dengan sewajarnya dan tidak berlebihan dalam berhias. Kecuali untuk suaminya di rumah tidak masalah jika ingin berhias secantik mungkin. 

7. Jilbab yang Dikenakan Tidak Membentuk Punuk Unta

Berjilbab seperti punuk unta adalah berjilbab dengan bagian kepala belakang menonjol ke atas sehingga seperti punuk unta. Biasanya punuk unta seperti ini terjadi karena mengikat rambut di atas kepala sehingga saat menggunakan jilbab terlihat seperti punuk unta. Atau bisa juga dengan menambah kain di bagian atas kepala supaya terlihat lebih tinggi.

Berjilbab seperti ini tidak boleh dilakukan. Lebih baik jika ingin mengikat rambut ditali di bagian bawah jadi bagian atas kepala tidak menonjol. Menonjolkan bagian atas kepala seperti ini juga berpotensi membuat kepala cepat terasa pusing. 

Demikian 7 kriteria menggunakan jilbab sesuai dengan ajaran agama Islam. Dengan berjilbab yang baik tanpa melanggar aturan agama maka kita dapat melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Sebenarnya ajaran agama Islam tentang berjilbab cukup sederhana. Yang terpenting menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan dan menghindari hal-hal yang dilarang seperti yang disebutkan di atas.

Jilbab juga merupakan simbol umat Islam maka dari itu lebih baik menggunakannya dengan sesuai ajaran Islam. Untuk menjaga kehormatan diri sendiri dan agama. Jilbab juga dapat melindungi diri dari tatapan para hidung belang yang ada di luar sana. Dengan berjilbab yang baik kita dapat meminimalisir kejahatan dan pelecehan terhadap perempuan. 

Islam telah mengatur hidup kita agar mulia dunia dan akhirat. Salah satunya dengan menggunakan jilbab yang sesuai ajaran Islam. Anjuran lainya adalah menggunakan siwak. Manfaat menggunakan Siwak begitu banyak untuk membersihkan gigi dan mulut. Begitu indah ajaran Islam dan kita harus melaksanakan sesuai tuntunan. Semua tuntunan tersebut adalah untuk kebaikan kita, bahkan bisa membentuk mental kaya yang menjadikan kita selalu bersyukur dengan pemberian Allah SWT.

Similar Posts

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *